Home >  Berita >  Nagan Raya

Diduga tidak Transparan, Warga Adukan Keuchik ke Kejari

Diduga tidak Transparan, Warga Adukan Keuchik ke Kejari
Masyarakat Gampong Babah Dua memperlihatkan laporan yang pernah mereka sampaikan ke Kejari Nagan Raya, Minggu (19/12/2017) [Arif]
Minggu, 17 Desember 2017 11:33 WIB
Penulis: Arif

SUKA MAKMUE - Puluhan warga Gampong Babah Dua, Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya adukan keuchiknya ke Kejari setempat. Dalam aduan yang ditandatangani oleh 25 tokoh masyarakat itu terkait penggunaan dana gampong dari 2015 hingga 2017 yang diduga terdapat pembangunan fiktif.

Dalam foto kopi tuntutan yang turut dikirimkan ke Balai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nagan Raya itu,  disebutkan beberapa kegiatan yang dididuga fiktif seperti dana operasional kantor keuchik yang tertulis per tahun Rp100 juta lebih sementara kantor tidak pernah aktik.

"Dana operasional lebih seratus juta, tapi kantor keuchik tidak pernah dibuka untuk melayani masyarakat," ungkap tokoh pemuda setempat Riski Bintang, Minggu (17/12/2017).

Tak hanya itu, dana kerukunan antar umat beragama, dana operasional remaja masjid, dana operasional TPA inti, yang belum terbentuk di gampong yang diduga laporannya fiktif.

Ads
Begitu juga dengan dana internet dan operatornya juga dipermasalahkan oleh warga, mereka beranggapan selama ini tidak ada email, facebook ataupun media sosial lainnya milik gampong.

Hal lain yang dilaporkan masyarakat adalah pembangunan MCK/WC taman kanak kanak. "WC laporannya ada tapi fisiknya tidak tahu dimana yang dibangun, kami sudah laporkan hal ini ke Kejari tapi belum ada respons," tambah tgk Nurdin Yatim.

Sementara Keuchik Gampong Babah Dua, Banta Umar mengaku sudah merampungkan pekerjaan sesuai dengan perundang undangan yang berlaku.

"Untuk WC itu memang tidak jadi, karena bermasalah dengan tanah wakaf. Itu hak mereka melaporkan saya, kan pro dan kontra itu hal yang biasa," ujar Banta Umar.

Editor : TAM
Kategori : Nagan Raya, Peristiwa
www www