Home >  Berita >  Gayo Lues

Dituduh Punya Ilmu Hitam, Rumah Warga Dilempari Batu di Blangkejeren

Dituduh Punya Ilmu Hitam, Rumah Warga Dilempari Batu di Blangkejeren
Kondisi rumah korban pascadilempar batu, Kamis (7/12/2017) [ist]
Jum'at, 08 Desember 2017 00:36 WIB
Penulis: Dosaino

BLANGKEJEREN - Muhammad Abduh (70), warga Gampong Palok, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues membuat laporan ke polres setempat atas kerusakan rumahnya. Abduh mengaku rumahnya dilempari batu karena karena dituduh memiliki ilmu hitam.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 23.00 WIB, Minggu (3/12/2017) lalu. Namun baru dilaporkan ke polisi pada Rabu (6/12/2017) kemarin.

“Saat saya bersama istri sedang beristirahat, tiba-tiba sumpah serapah warga dan suara lemparan batu terdengar sangat keras di atas atap rumah dan dinding ruma. Bahkan istri saya sempat terkena batu dibagian perutnya,” kata M Abduh kepada GoAceh, Kamis (7/12/2017).

M Abduh mengaku rumahnya rusak parah akibat dilempar batu. Atapnya, kata Abduh, banyak yang bocor setelah terkena lemparan batu tersebut.

Ads
“Kejadian ini sangat merugikan nama baik kami yang sudah pulang dari tanah suci, untuk itulah saya menempuh jalur hukum,” ucap M Abduh.

Saat GoAceh menanyakan penyebab warga desa itu melempar batu ke rumahnya,  M Abduh mengatakan, kejadian berawal setelah salah satu warga desa mengalami sakit dan kesurupan.

“Dalam kesurupannya itu, warga tersebut menuduh kami memiliki ilmu hitam. Jadi berdasarkan keterangan yang kerasukan itulah rumah kami dan kediaman kami jadi korban warga,” jelas Abduh.

Padahal, kata Abduh, untuk membuktikan dirinya beserta istri tidak memiliki ilmu hitam seperti yang dituduhkan warga, dirinya siap bersumpah kemana saja.

“Itu masjid asal penampaan yang diyakini masyarakat keramat, di situ pun saya siap bersumpah,” tandasnya.

Terkait hal itu, Keuchik Gampong Palok, Samsir, mengaku tidak mengetahui penyebab kejadian pelemparan rumah korban yang merupakan warganya dan diduga pelaku pelemparan juga warganya.

“Kejadian pelemparan ini kan perbuatan massa. Kemudian sudah dilaporkan ke pihak berwajib, pun demikian warga belum ada yang dipanggil pihak kepolisian, melainkan kami para perangkat gampong Palok yang sudah dipanggil kemarin, tadi malam dan hari ini,” terang Samsir.

Namun saat GoAceh menanyakan, apa tindakan Keuchik sebagai kepala pemerintahan di gampong tersebut, dia mengatakan, dirinya beserta perangkat lainnya sudah sepakat, siap memperbaiki kerusakan rumah korban dan memberikan uang kaget sebesar Rp2 juta.

“Menurut hemat kami, tidak mungkin orang dari gampong lain yang melakukan pelemparan, pun demikian korban juga tak bisa menunjukkan dan mengenali pelempar rumahnya. Walau begitu, karena korban warga Palok dan pelaku pelemparan juga diduga warga Palok, maka sebagai bentuk tanggung jawab, kami atas nama perangkat gampong yang sudah melakukan musyawarah siap memperbaiki kerusakan itu,” jelasnya lagi.

Sebelumnya, kata Samsir, pihak desa sempat menawarkan uang Rp2 juta kepada yang bersangkut untuk biaya perbaikan rumah.

“Tetapi korban tak mau menerima penawaran tersebut, sehingga permasalahan ini sampai ke ranah hukum. Jadi hingga saat ini permasalahannya belum ada titik temunya,”

Kapolres Gayo Lues, AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama, membenarkan kejadian tersebut.

“Kemarin laporan polisi dengan korban bernama Muhammad Abduh sudah kami terima dan saat ini dalam proses penyelidikan, bahkan penyidik sudah memeriksa 5 orang dan habis salat zuhur nanti, 3 orang lagi yang akan diperiksa penyidik,” kata Eko saat dikonfirmasi GoAceh.

Editor : Jamaluddin Idris
Kategori : Gayo Lues, Hukrim
www www