Home >  Berita >  Umum

Tugu Kembar dan Kemeriahan Sail Sabang 2017

Tugu Kembar dan Kemeriahan Sail Sabang 2017
Peta Pulau Weh. [Foto Merdeka.com]
Rabu, 29 November 2017 14:44 WIB

SABANG - Lagu yang diciptakan Soerarjo (dalam beberapa literatur kerap ditulis Soeharjo) memang tepat menggambarkan wilayah Indonesia. Dari lagu itulah, nama Sabang dan Merauke begitu familiar di telinga rakyat nusantara.

"Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau" begitulah bait awal lagu Dari Sabang sampai Merauke.

Lagu nasional itu awalnya bersyair "Dari Barat sampai ke Timur, Berjajar Pulau-pulau", tetapi bait tersebut kemudian diubah atas masukan Presiden Soekarno tahun 1960-an saat berhasil mempersatukan Irian Barat ke NKRI. Perubahan itulah yang hingga kini lagu itu menjadi "Dari Sabang sampai Merauke.

Namun meski sering dinyanyikan, masih ada yang salah memaknai kota di ujung barat wilayah Indonesia ini. Sabang adalah kota, bukan pulau. Kota Sabang adalah wilayah kepulauan di ujung Pulau Sumatera. Kota Sabang sendiri terletak di Kota Weh. Weh adalah pulau terbesar di Sabang.

Ads
Sayang tak banyak literatur yang bisa menjelaskan asal-usul Kota Sabang. Namun cerita dari mulut ke mulut, Pulau Weh dulunya menyatu dengan daratan Sumatera. Namun, akibat gempa bumi, ribuan bahkan belasan ribu tahun lampau, pulau ini kemudian terpisah dengan Pulau Sumatera. Begitu juga dengan pulau-pulau di sekitarnya, Seperti Pulau Rondo, Pulau Rubiah, Pulau Seulako dan Pulau Klah.

"Weh atau We dalam bahasa Aceh artinya pisah atau pindah. Jadi dulunya menyatu dengan pulau besar Sumatera tetapi kemudian terpisah. Makanya pulaunya di sebut Pulau Weh," ujar pemandu wisata di Kota Sabang, Muclis kepada merdeka.com, Selasa (28/11) malam.

Nama Sabang sendiri diyakini berasal dari bahasa Aceh, 'Saban' yang berarti sama rata atau tanpa diskriminasi. Kata itu disematkan lantaran karakter orang yang tinggal di Pulau Weh ini cenderung mudah menerima pendatang atau pengunjung. Karakter ini agak berbeda dengan karakter orang Aceh umumnya yang cenderung tertutup terhadap orang yang baru mereka kenal.

Versi lain menyebutkan bahwa nama Sabang berasal dari bahasa arab, yaitu 'Shabag' yang artinya gunung meletus. Dahulu kala masih banyak gunung berapi yang masih aktif di Sabang, hal ini masih bisa dilihat di gunung berapi di Jaboi dan Gunung berapi di dalam laut Pria Laot.

Nah, di Pulau Weh ini juga ada simbol unik yakni Titik Nol Kilometer wilayah Indonesia. Simbol berbentuk tugu ini terletak di Hutan Wisata Sabang tepatnya di Desa Iboih Ujong Bau, Kecamatan Sukakarya, sekitar 5 km dari Pantai Iboih. Letaknya di sebelah barat kota Sabang atau sekitar 29 kilometer.

Selain tugu Km 0 yang melegenda ada lagi monumen unik yang ada di Kota Sabang yaitu Tugu Kembar. Tugu Kembar ini sebenarnya adalah Tugu Sabang Merauke. Disebut kembar karena tugu ini ada dua, satu di Sabang dan satu lagu di Merauke.

Letak Tugu Sabang-Merauke ini terletak di depan Kantor Wali Kota Sabang. Di depan tugu dibangun jembatan di atas jurang. Nah dari jembatan ini pengunjung bisa melihat keindahan Teluk Sabang.

Nah di Kota Sabang inilah sedang berlangsung event Sail Sabang 2017. Sail Sabang adalah event wisata internasional yang melibatkan empat kementerian, yaitu Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dinaungi langsung oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Keempat kementerian tersebut bekerjasama dengan pemerintah dan Dinas Pariwisata Aceh bertujuan untuk mempromosikan Sabang sebagai wisata bahari kelas dunia, serta untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Sabang sebagai kepulauan terdepan di Indonesia.

Lokasi penyelenggaraan Sail Sabang kali ini akan difokuskan di empat titik, yaitu di Teluk Sabang atau Pelabuhan CT3, Sabang Fair, Gapang Resort, dan di Tugu Kilometer Nol Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sabang, Ali Taufik mengatakan semua rangkaian kegiatan Sail Sabang sudah siap dan dapat dilaksanakan sesuai jadwal. Sedangkan untuk opening ceremony akan berlangsung pada Sabtu (2/12) di Dermaga CT-3 Sabang yang akan dihadiri oleh Presiden RI, Jokowi dan sejumlah menteri terkait. Acara pembukaan akan diisi dengan tarian massal, terjun payung, aerobatic show, paramotor, hingga parade kapal.

Saking meriahnya acara Sail Sabang 2017 ini, Taufik mengatakan bahwa untuk 1-3 Desember 2017 semua hotel maupun wisma yang ada di Sabang sudah penuh di-booking. Sebagian hotel sudah dipesan oleh rombongan kepresidenan. Sedangkan di luar tanggal tersebut masih ada beberapa homestay atau rumah warga yang disewakan. [hhw]

Editor : Kamal Usandi
Sumber : merdeka.com
Kategori : Umum, Sabang
www www