Gara-gara Barisan pada Peringati HGN, Bupati Singkil Semprot Guru

Gara-gara Barisan pada Peringati HGN, Bupati Singkil Semprot Guru
Bupati bersama Ketua PGRI dan Kadisdik Yusfit Helmi berfoto bersama ketua PGRI Cabang, usai menerima penghargaan predikat terbaik.
Selasa, 28 November 2017 10:15 WIB
Penulis: Helmi
SINGKIL - Para guru serta pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Aceh Singkil termasuk para undangan berhadir pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) jadi kaget. Pasalnya, mengawali pidato, Bupati Dulmusrid menjadikan para guru sebagai sasaran kemarahannya.
 
Pada hari istimewa bagi guru yang seharusnya mendapat hadiah maupun pujian dan sanjungan, kendati malah sebaliknya. Bupati Dulmusrid langsung memarahi puluhan guru yang sedang berbaris mengikuti upacara sederhana di ruang oproom Kantor Bupati saat memberikan amanat upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-72 PGRI di Aceh Singkil, Senin (27/11/2017).
 
"Guru seharusnya menjadi panutan murid-muridnya, menjadi contoh baik, yang harus diguguh dan ditiru, tapi ini barisan sudah disiapkan masih ada juga yang santai-santai dan tangan di depan," ucap Dulmusrid dengan nada keras sembari memperagakan posisi guru tersebut.
 
Seharusnya guru bisa menunjukkan lebih disiplin di hadapan murid-muridnya, bukan malah seperti itu.
 
Sementara dalam pidatonya Dulmusrid turut mengucapkan selamat Hari Guru Nasional dan memberikan penghargaan setingginya kepada guru-guru atas dedikasi, komitmen dan segala ikhtiar yang telah dilakukan dalam upaya menderdaskan kehidupan bangsa.
 
Saat ini daerah juga terjadi kekurangan guru yang masif di semua jenjang. Namun persoalan itu dapat tertangani atas jerih payah seluruh guru-guru, terutama guru honor, GTT/PTT yang selama ini tidak kenal lelah mengisi kekosongan guru dengan mengajar sepenuh hati, sebut Dulmusrid.
 
Menanggapi penegasan Bupati tersebut, Ketua PGRI Aceh Singkil M Najur telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Bupati dan di hadapan guru-guru, serta para murid yang hadir.
 
Namun katanya, tidak hanya guru-guru yang hadir dan mengikuti upacara peringatan HGN dan HUT PGRI tersebut. Kendati banyak pegawai nonguru yang juga ikut dalam upacara dengan berseragam Korpri dan berdiri pada barisan yang sama.
 
Kalaupun memang guru yang menjadi sasaran kemarahan tersebut, Najur menyayangkan sikap Bupati karena memarahi guru-guru saat di hadapan murid.
 
"Kalau mau marah silakan, marahi saya selaku ketua PGRI atau langsung sampaikan dengan guru-guru. Namun harus pada tempatnya dan tidak harus di depan murid-murid kami," saran Najur saat ditemui GoAceh usai penyerahan hadiah bagi sekolah-sekolah, pemenang perlombaan olahraga, dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT PGRI dan HGN.
 
Di sisi lain PGRI juga mengaku kecewa, lantaran sampai saat ini Pemkab Aceh Singkil, masih belum sepenuhnya berpihak untuk mensejahterakan guru-guru, terutama guru honorer, guru kontrak, tenaga administrasi sekolah honorer dan operator sekolah (OPS). Sebab hingga kini nasib mereka masih belum jelas.
 
Belum lagi sebagian guru daerah terpencil terutama daerah kepulauan yang sudah berkali kali diperjuangkan oleh PGRI, eksekutif maupun legislatif sampai kini juga belum membuahkan hasil. Sepertinya kesejahteraan guru tak layak diperjuangkan, sepertinya guru tak perlu makan, guru tak perlu untuk bertahan hidup, meski telah memberikan pendidikan bagi anak-anak bangsa, sebut Najur.
 
Guyuran hujan lebat menjadi momen puncak peringatan HGN dan HUT ke-72 PGRI. Lantaran upacara peringatan hari guru yang sudah dipersiapkan akan dilaksanakan di halaman kantor bupati dialihkan di ruangan oproom, yang dilaksanakan melalui upacara sederhana.
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Aceh Singkil, Umum
www www