Home >  Berita >  Ekonomi

BI Bina Kemandirian Ekonomi Dayah Darul Ma'arif dan Mudi Mesra

BI Bina Kemandirian Ekonomi Dayah Darul Maarif dan Mudi Mesra
Kepala KPw BI Lhokseumawe Yufrizal saat melakukan pembinaan kemandirian ekonomi pesantren
Senin, 27 November 2017 16:31 WIB

LHOKSEUMAWE - KPw BI Lhokseumawe melakukan pembinaan kemandirian ekonomi Dayah (pesantren) Raudhatul Ma'arif di Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara dan Mudi Mesra di Samalanga, Kabupaten Bireuen.

Kepala KPW BI Lhokseumawe, Yufrizal menjelaskan untuk tahap awal ingin dikembangkan dua pesantren ini agar mandiri dalam ekonomi, karena dinilai dua pesantren ini memiliki santri yang sangat banyak dan telah memiliki unit usaha, sehingga hal ini akan linier dengan tujuan BI untuk menjalankan program kemandirian ekonomi pesantren.

Dalam sambutan pada kegiatan penyerahan saprotan dan bantuan teknis (bantek) kepada santri di Mudi Mesra, Jumat (24/11/17), Yufrizal juga mengajak seluruh santri agar peduli terhadap kebiasaan konsumtif masyarakat yang berdampak terhadap inflasi di daerah.

Yufrizal menyebutkan, untuk Provinsi Aceh dan wilayah kerja KPw BI Lhokseumawe, komoditas yang memiliki konstribusi terhadap inflasi adalah pada jenis volatile foods atau bahan makanan, terutama untuk jenis cabai.

Ads
"Oleh karena itu, kami melihat pesantren ini memiliki peluang untuk mengembangkan komoditas cabai tersebut, selain memiliki lahan yang luas juga memiliki santri yang banyak. Sehingga kalau program ini berjalan maka pesantren dapat mandiri dari sisi ekonomi juga dapat berdampak terhadap inflasi yang terjadi," ujarnya.

Yufrizal juga menjelaskan tujuan pembinaan kemandirian ekonomi pesantren ini agar pesantren ke depan dapat lebih maju dan mampu membiayai oprasional pesantren.

Seperti contoh di daerah Pulau Jawa, pesantren di sana telah mampu menggratiskan para santrinya dalam menuntut ilmu, bahkan mampu mengirim santrinya keluar negeri untuk menimba ilmu agama dengan biaya yang ditanggung pesantren. Semua biaya oprasional pesantren bersumber dari unit usaha yang ada di pesantren itu sendiri.

"Maka harapan kami ke depan, dengan pembinaan yang kita lakukan, pesantren dapat mandiri secara ekonomi, sehingga akan berdampak terhadap kemakmuran pesantren dan seluruh santrinya," tutur Yufrizal.

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Ekonomi, Pendidikan, Aceh Utara, Bireuen, Lhokseumawe
www www