Home >  Berita >  Banda Aceh

Ribuan Warga Aceh Berdoa untuk Rohingya, Rp2,2 M Terkumpul

Ribuan Warga Aceh Berdoa untuk Rohingya, Rp2,2 M Terkumpul
Doa Aceh untuk Rohingya
Selasa, 14 November 2017 10:16 WIB

BANDA ACEH - Ribuan masyarakat Aceh larut dalam zikir akbar dan doa bersama untuk muslim Rohingya, di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Senin (13/11/2017) malam. Zikir dan doa dipimpin Waled Nuruzzahri Samalanga dan diikuti sejumlah ulama lain serta para pimpinan Forkopimda Aceh.

Sekda Aceh Dermawan mengatakan, apa yang dilakukan masyarakat Aceh dengan menggalang dana dan zikir akbar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Indonesia yang terus melobi pemerintah Myanmar secara diplomasi kenegaraan.
 
"Kita berharap diplomasi pemerintah bisa ditingkatkan seiring doa kita sehingga dapat memberi hasil bagi keselamatan Rohingya," kata Dermawan.
 
Koordinator Aceh untuk Rohingya, Faisal Ali menyebutkan bantuan yang diberikan merupakan wujud kepedulian masyarakat Aceh kepada warga Rohingya. Meskipun hidup dengan perekonomian pas-pasan, tetapi semangat membantu sangat luar biasa. 
 
"Bahkan ada nenek-nenek yang memberikan telur asin dan dua kilo asam sunti (asam jawa). Kami membawa itu pada malam ini," kata Faisal Ali. 
 
Asam sunti tersebut direncanakan dilelang usai zikir dan doa.
 
Faisal mengatakan, pihaknya tidak menggunakan sedikit pun dana yang disumbangkan masyarakat Aceh. Hingga malam ini, telah terkumpul Rp2,2 miliar rupiah, yang sebagiannya sudah disalurkan melalui organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT).  "Target kita akan terkumpul Rp5 miliar," kata Faisal.
 
Anggaran itu terkumpul dari sumbangan seperempat kabupaten dan kota yang dibentuk Koordinator Aceh untuk Rohingya atau SAUR. Faisal meyakini target anggaran akan tercapai mengingat masih banyak kabupaten yang belum terlibat dan tempo waktu pengumpulannya pun ditargetkan dalam setahun.
 
Sementara Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Provinsi Aceh, Prof Tgk Muslim Ibrahim, mengatakan berkumpulnya ribuan masyarakat Aceh untuk menyumbangkan doa kepada muslim Rohingya merupakan pertanda keimanan masyarakat Aceh yang sangat kokoh.
 
"Orang yang beriman di mana pun bersaudara. Berkumpulnya kita sebagai cermin keimanan dan persaudaraan kita sebagai orang Islam," kata Muslim Ibrahim.
 
Ketua ACT, Husaini Ismail mengatakan, ada ratusan ribu masyarakat Rohingya yang mengungsi di perbatasan antara Myanmar-Bangladesh. Di antara ratusan ribu itu, tercatat lebih dari 14 ribu yatim piatu. "Mereka setiap harinya mengantre makan nasi," ujarnya.
 
Organisasi ACT, dilaporkan telah hadir di Myanmar sejak 2012 lalu. Namun sejak Agustus 2017, konflik yang terus meningkat membuat aktivis ACT harus keluar dari Myanmar dan memutuskan untuk membuka posko di Bangladesh. Dana yang terkumpul dari masyarakat dipergunakan untuk menanak nasi dengan kapasitas 10 ribu orang per hari.
 
"Kita juga akan membangun 2.000 shelter dan 2.000 rumah sementara. Sumbangan yang anda berikan akan kita salurkan langsung, juga untuk membangun masjid, madrasah dan asrama anak yatim," kata Husaini Ismail.
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Banda Aceh, Aceh, Umum
www www