Home >  Berita >  Umum

Polisi Datangi Tambang Ilegal Beutong, Alat Berat Ditinggal Pemiliknya

Polisi Datangi Tambang Ilegal Beutong, Alat Berat Ditinggal Pemiliknya
Alat berat di lokasi tambang ilegal kawasan hutan Beutong Nagan Raya, Kamis (9/11/2017). [Arif]
Jum'at, 10 November 2017 07:46 WIB
Penulis: Arif
SUKA MAKMUE - Maraknya pertambangan ilegal di kawasan hutan lindung Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya, Aceh membuat aparat penegak hukum (APH) melakukan penertiban, Kamis (9/11/2017).
Pantauan GoAceh di lokasi, pemukiman warga dalam Kecamatan Beuton telah terjadi kerusakan akibat bekas pengerukan alat berat untuk mencari emas. Diduga informasi kehadiran aparat terdiri dari Polisi, TNI, PM, Polhut, serta unsur dari dinas terkait membuat para penambang meninggalkan alat berat jenis beko (ekskavator) di lokasi penambangan.
 
Selain rusak, terpantau 45 unit alat berat yang terparkir di pinggir rumah warga dan pinggiran hutan wilayah Beutong yang diduga masuk areal hutan lindung.
 
Kegiatan penertiban dan sosialisasi tersebut dikomandoi oleh Kabag OPS Kompol Burhanuddin, Kasatreskrim AKP Iswar dan Kapten Legianto dari Kodim 0116 tersebut tidak menemukan penambang. Hal itu diduga informasi akan dilakukan penertiban diketahui oleh penambang ilegal.
 
Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi kepada wartawan menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan semata mata untuk mengimbau masyarakat agar tidak lagi melakukan aktivitas penambangan. Selain tak ada izin, hal itu juga dapat merusak lingkungan.
 
"Kita telah mengimbau baik turun langsung maupun menyebarkan spanduk sosialisasi, tidak ada lagi penambang di atas. Kita akan terus memantau dan yang membandel akan kita tindak tegas," ungkap Kapolres.
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Umum, Nagan Raya
www www