Home >  Berita >  Umum

Kejari Nagan Temukan Bukti Baru Kasus Indikasi Korupsi Rumah Trans

Kejari Nagan Temukan Bukti Baru Kasus Indikasi Korupsi Rumah Trans
Tim Satgas Tipikor Kejari Nagan Raya melihat dokumen di Kantor Disnakertrans, Selasa (7/11/2017). [Arif]
Selasa, 07 November 2017 15:05 WIB
Penulis: Arif
SUKA MAKMUE - Setelah menggeledah tiga intansi, Selasa (7/11/2017), Satgas Tipikor Kejari Nagan Raya menemukan beberapa barang bukti baru dalam kasus indikasi penyimpangan pekerjaan proyek transmigrasi bersumber dana APBN 2015.
Penggeledahan dipimpin Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Nagan Raya Mukhsin itu, menemukan barang bukti baru di tiga intansi yaitu di Disnakertrans, Dinas Sosial, dan Setdakab Bidang Pembangunan.
 
Adapun temuan barang bukti baru tersebut seperti adanya beberapa stempel perusahaan pelaksana pekerjaan, tiga dokumen ULP yang berbeda versi dengan yang diserahkan ke Kejari untuk kasus tersebut.
 
Selanjutnya daftar rapat serta daftar penerima rumah bantuan pemukiman transmigrasi di Ketubang Gampong Blang Lango Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya. Dari anggaran total Rp3,4 miliar lebih untuk proyek tersebut, perkiraan kerugian negara di atas Rp500 juta.
 
"Kita menemukan beberapa alat bukti baru, untuk apa coba stempel perusahaan di kamar kabid trans. Ini diduga stempel asli namun palsu," terang Mukhsin.
 
 
Ia melanjutkan, untuk kasus ini pihaknya sudah menetapkan empat orang tersangka, masing-masing mantan Kepala Dinsosnakertrans (nomenklatur lama) inisial M, Kabid Transmigrasi inisial A dan 2 orang dari rekanan dan konsultan pengawas.
 
"Dianggap kooperatif dan masih dalam proses pemberkasan maka tidak dilakukan penahanan," tambahnya.
 
Untuk masing-masing tersangka mereka dituntut dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman yang bervariasi antara 4 sampai 20 tahun penjara.
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Umum, Nagan Raya
www www