Home >  Berita >  Peristiwa

Dihipnotis, Kakek Ini Kehilangan Uang dan Emas Senilai Rp33 Juta

Dihipnotis, Kakek Ini Kehilangan Uang dan Emas Senilai Rp33 Juta
Sofyan yang menjadi korban penipuan dengan cara dihipnotis di kawasan Ulee Kareng, Banda Aceh, Selasa (7/11/2017). [Ist]
Selasa, 07 November 2017 22:57 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

BANDA ACEH - Penipuan yang diduga dengan cara hipnotis terjadi di Jalan T Iskandar, tepatnya di depan toko bangunan Mirza, kawasan Gampong Lamglumpang, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Selasa (7/11/2017).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin melalui Kapolsek Ulee Kareng, AKP Mawardi mengatakan, penipuan ini diduga dilakukan oleh sejumlah pelaku yang tidak diketahui identitasnya. Peristiwa ini baru dilaporkan ke pihak kepolisian sore tadi, sekira pukul 17.00 WIB.

"‎Korban bernama Sofyan (72), warga Jalan Tgk Chiek Lorong Mon Tujoh Nomor 2, Gampong Ilie, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh. ‎Korban diduga ditipu dengan cara hipnotis oleh sejumlah pelaku yang tidak dikenalinya," ujarnya saat dikonfirmasi, malam.

Dijelaskannya, peristiwa itu terjadi saat korban dari rumahnya menuju ke Bank Aceh di kawasan gampong Lamglumpang yang hendak menarik uang sebanyak Rp 2 juta, sekira pukul 09.00 WIB‎. Saat korban keluar dari bank dan hendak menghidupkan sepeda motornya, tiba-tiba korban didatangi oleh seorang pelaku yang menepuk punggung korban.
"Pelaku menanyakan alamat sebuah perusahaan‎. Karena korban tidak tahu, tiba-tiba datang pelaku kedua dan berpura-pura tahu tentang perusahaan yang dimaksud. Namun, ketika itu kedua pelaku sudah membicarakan masalah jual-beli batu akik jenis delima merah seharga Rp 600 juta," ungkap Kapolsek.

Ads
‎Saat itu, korban tidak jadi beranjak dari tempatnya sehingga terlibat dalam masalah jual-beli batu akik tersebut. Pihak pelaku menawarkan keuntungan sebesar Rp 300 juta dan dibagi dua dengan pelaku tersebut apabila batu akik berhasil dijual. Kemudian, tiba-tiba datang seseorang dengan menggunakan sebuah mobil Toyota Avanza berwarna hitam yang mengaku sebagai pembeli batu akik tersebut.

"‎Terjadi tawar-menawar, sehingga korban percaya terhadap perkataan para pelaku ini. Namun, ketika itu pelaku menanyakan jumlah uang kepada korban yang ada di rekening bank miliknya dan korban mengaku menyimpan uang sebesar Rp 11 juta. Pelaku menyuruh korban untuk mengambilnya," jelasnya.

Setelah uang diambil dari tabungan, sambungnya, pelaku menanyakan jumlah emas yang disimpan oleh korban. Sofyan pun mengaku bahwa emas yang disimpannya sebanyak 10 mayam, sehingga ia mengambil emas yang disimpan tersebut di rumahnya.

"Sekira pukul 10.00 WIB setelah mengambil uang dan emas tersebut, korban menjumpai para pelaku dan dirinya dibawa masuk ke dalam mobil. Sampai di dalam mobil, korban diminta untuk meninggalkan uang dan emasnya untuk mengetas kepercayaan korban kepada pihak pelaku. Korban‎ disuruh pulang ke rumah untuk salat Hajat, korban pun menurut perintah pelaku," lanjutnya.

AKP Mawardi menambahkan, setelah pulang korban pun kembali lagi ke lokasi dimana dirinya bertemu dengan ketiga pelaku tersebut. Setiba di lokasi, Sofyan tidak menemukan mereka dan dirinya tersadar bahwa telah menyerahkan uang dan emas kepada pelaku yang tak dikenalnya.

"‎Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp33 juta. Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan kita," tambahnya.

Editor : TAM
Kategori : Peristiwa, Banda Aceh
www www