Home >  Berita >  Nagan Raya

Ini Temuan Haji Uma di Bandara Cut Nyak Dhien Nagan

Ini Temuan Haji Uma di Bandara Cut Nyak Dhien Nagan
Anggota DPD RI Sudirman saat meninjau Bandara Cut Nyak Dhien di Nagan Raya, Aceh, Rabu (1/11/2017). [Istimewa]
Jum'at, 03 November 2017 12:44 WIB
Penulis: Safdar
BANDA ACEH - Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman alias Haji Uma menemukan masalah serius yang mengganggu kelancaran operasional proses penerbangan di Bandara Cut Nyak Dhien Kabupaten Nagan Raya. Temuan ini merupakan hasil kunjungan ke sana dalam rangka pengawasan terhadap pelaksanaan UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.
 
Hal ini disampaikan  anggota Komite II dan Wakil Ketua PURT DPD RI ini kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (2/11/2017).
 
"Dalam kunjungan di Nagan Raya (Rabu 1/11/2017), kami melihat  masalah serius yaitu mengenai menara kontrol bandara Cut Nyak Dhien yang  tidak dapat melakukan pantauan hingga sampai ke ujung landasan pacu titik 32 (runaway)," ucapnya di salah satu warung kopi di Banda Aceh.
 
Hal itu lanjutnya akibat terhalang oleh pohon kelapa dan kebun kelapa sawit milik warga yang berada di sisi selatan bandara, sehingga kondisi ini sangat berpengaruh terhadap proses take off (terbang) maupun landing (mendarat) pesawat.
 
"Sehingga petugas komunikasi menara kontrol dengan petugas di landasan pacu harus melakukan komunikasi secara manual, bahkan airnav sudah pernah mengeluarkan warning terkait keadaan ini," terangnya.
 
Menurutnya kondisi ini sangat berisiko untuk kelancaran proses operasional penerbangan. "Hal ini akan kita sampaikan kepada Kementerian Perhubungan nantinya agar adanya tindak lanjut pencarian solusi," imbuhnya.
 
Salah satu solusi yang harus ditempuh saat ini adalah dengan melakukan pembebasan lahan kebun kelapa milik warga yang menyebabkan terhalangnya pantauan menara kontrol.
 
"Kurang lebih sekitar 19 hektare lahan warga di sisi selatan bandara yang seharusnya dibebaskan menjadi lahan bandara," urainya.
 
Sementara itu, dia meminta Kementerian Perhubungan dan Pemkab Nagan Raya segera menindaklanjuti sehingga hambatan teknis dari operasional penerbangan di bandara dapat segera diselesaikan.
 
Selain itu, Haji Uma juga menyoroti persoalan komposisi pegawai Bandara Cut Nyak Dhien yang ditempatkan Kementerian Perhubungan, di mana 90 persennya merupakan pegawai dari luar Aceh.
 
"Seharusnya penempatan pegawai lebih proporsional dengan jumlah pegawai yang berasal dan berdomisili di Aceh lebih banyak secara persentasenya," tutupnya.
 
 
 
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Nagan Raya, Aceh, Umum
www www