Penutupan Sidang DPRA juga Diwarnai Aksi Gayo "Merdeka"

Penutupan Sidang DPRA juga Diwarnai Aksi Gayo Merdeka
Mahasiswa "Gayo Merdeka" foto bersama anggota DPRA usai menyampaikan tuntutan agar DPRA tidak mendiskriminasi suku tertentu dalam sayembara himne Aceh, Selasa (31/10/2017)
Selasa, 31 Oktober 2017 15:02 WIB
Penulis: Safdar

BANDA ACEH - Dalam penutupan masa persidangan keempat DPR Aceh di ruang rapat paripurna DPRA, Banda Aceh, Selasa (31/10/2017) selain diwarnai aksi penyerahan Bendera Bulan Bintang juga digelar aksi Gayo Merdeka di depan gedung tersebut.

Dalam rapat penutupan penutupan masa persidangan IV DPR Aceh tersebut ada aksi yang menarik perhatian peserta sidang, di mana anggota dewan, Azhari Cage secara simbolis menyerahkan Bendera Bulan Bintang kepada Wakil Gubernur Nova Iriansyah.
 
"Jangan kita bicara UUPA soal pilkada saja, tapi juga soal migas, soal tapal batas, dan juga soal bendera, lambang, dan himne," tegasnya.
 
 
Sementara itu di luar gedung DPRA sejumlah mahasiswa yang menamakan dirinya "Gayo Merdeka" menuntut agar DPRA tidak berbuat diskriminasi terhadap suku lain terkait sayembara himne Aceh.
 
Aksi mahasiswa tersebut disambut langsung oleh perwakilan DPRA dan menerima aspirasi mahasiswa tersebut.
 
Sementara Ketua DPR Aceh, Teungku Muharuddin dalam sambutannya mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda ke-89 yang telah diperingati pada 28 Oktober kemarin.
 
"Kita berharap bersama pemuda-pemudi dengan latar belakang yang berbeda berani bersatu sebagai aset bangsa demi tujuan yang sama untuk kemajuan bangsa dan negara," ucapnya.
 
Dia menyampaikan, bahwa proses dan implementasi APBA 2017 akan menjadi suatu kebanggaan jika dilakukan sesuai dengan sasaran dan peruntukannya.
 
"Bukan keberhasilan penetapan APBA 2017 yang perlu kita banggakan, akan tetapi proses dan hasil implementasinya yang harus sesuai dengan sasaran dan peruntukan, kita perlu terus melakukan koordinasi dan meningkatkan efektifitas pelaksanaan program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam perubahan APBA 2017 ini," lanjutnya.
 
Dia berharap kegiatan-kegiatan fisik harus diselesaikan dengan waktu efektif di tahun anggaran 2017 yang hanya tersisa satu bulan lebih.
 
"Dalam segala keterbatasan kita tetap konsisten untuk menggunakan sumberdaya pendapatan Aceh dengan memperhatikan aspek daya guna dan hasil guna demi meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh," ucapnya.
Ads
wwwwww