Home >  Berita >  Aceh Tengah

Irwandi: Perusahaan yang Gagal Selesaikan Proyek Otsus APBA bisa Diblacklist

Irwandi: Perusahaan yang Gagal Selesaikan Proyek Otsus APBA bisa Diblacklist
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf meninjau pembangunan Rumah Sakit Umum Regional Aceh Tengah, Minggu (29/10/2017).
Minggu, 29 Oktober 2017 21:34 WIB

TAKENGON - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan, perusahaan-perusahaan yang tidak mampu menyelesaikan proyek Otsus dan APBA 2017 di Aceh sampai batas akhir waktu yang ditentukan, berpeluang diblacklist oleh pemerintah.

"Kontraknya diputus, perusahaan diblacklist, jaminannya dicairkan," ujar Irwandi di Pendopo Bupati Aceh Tengah usai meninjau sejumlah proyek yang menggunakan sumber dana Otsus dan APBA 2017 di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Minggu (29/10/2017).

Irwandi mengatakan, secara umum pengerjaan semua proyek Otsus dan APBA 2017 di seluruh Aceh berjalan normal. Namun terdapat juga sejumlah pengerjaan yang terancam tak siap dengan sisa waktu yang ada.

"Ada yang terkejar, ada juga yang dalam perkiraan kami tidak terkejar walaupun dijamin oleh kontraktornya," katanya. 

Ads
Sebelumnya, gubernur meninjau proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Regional Aceh Tengah di kawasan Blang Bebangka, Pegasing, dengan nilai kontrak Rp28,999 miliar yang dikerjakan PT Jaya Semanggi Enjiniring.

Sejak 2009, Pemerintah Aceh telah menetapkan RSUD Datu Beru Takengon sebagai Rumah Sakit Rujukan Regional Wilayah Tengah Aceh, meliputi Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Nagan Raya.

Dengan adanya rumah sakit ini, pelayanan kesehatan wilayah tengah diharapkan dapat dipusatkan di Pegasing.

Pembangunan proyek multiyear yang anggarannya terus dikucurkan setiap tahunnya ini, diharapkan dapat terus dipacu dengan mengedepankan kualitas yang sesuai kontrak.

Selanjutnya, gubernur juga meninjau paket pengadaan bangunan revitalisasi gedung depo arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang mulai dikerjakan pada 5 Mei 2017 dan harus diselesaikan 29 November 2017.

Proyek ini bernilai kontrak Rp 2.351.000.000 dengan pelaksana CV Pelangi Nusantara Konstruksi.

Di lokasi ini gubernur menegur pelaksana dan pengawas proyek yang tak mampu menjawab sejumlah pertanyaan mendasar terkait proyek tersebut.

Kepada pihak terkait, gubernur meminta detail pembangunannya dipastikan sesuai kontrak sehingga kemudian tidak ditemukan kejanggalan.

Editor : Yudi
Kategori : Aceh Tengah, Umum
www www