Home >  Berita >  Simeulue

Hafis, Peselancar Cilik Asal Pulau Simeulue

Hafis, Peselancar Cilik Asal Pulau Simeulue
Rapiudin alias Hafis (tengah) seorang peselancar cilik asal Pulau Simeulue Aceh yang ikut meramaikan ajang kompetisi Aceh Surfing Internasional Championship III (AISC) di Aceh.(KOMPAS.com/Daspriani Y Zamzami)
Sabtu, 28 Oktober 2017 19:46 WIB

BANDA ACEH - Namanya Hafis baru berusa 11 tahun. Hari-harinya dan dihabiskan dengan bermain di pantai dan membantu sang ayah sebagai nelayan, saat sang ayah tak bertugas sebagai petugas keamanan sebuah resort pantai.

Nama Hafis mendadak naik daun dalam tiga hari terakhir ini. Pasalnya Hafis menjadi perhatian banyak orang dalam kegiatan Aceh Surfing Internasional Championship ke-3 di Kepulauan Simeulue, Aceh.

Dia menjadi peserta termuda dalan ajang kejuaran surfing bergengsi tersebut.

Walau tak menjadi juara, Hafis mengaku bangga bisa lolos mengikuti ajang kejuaraan tersebut.

Ads
"Saya gugup sekali, ini pertama kali mencoba kemampuan dalam pertandingan, jangankan internasional, lomba tingkat lokal saja saya belum pernah," ujar Hafis sesaat tiba di pantai usai menyaksikan pertandingan final surfing internasional, Sabtu (28/10/2017) di kawasan Pantai Matanurung, Kecamatan Teupah Tengah, Kabupaten Simeulue, Aceh.

"Saya suka surfing sejak dua lalu, karena lihat banyak wisatawan asing yang main surfing di pantai sini, lalu saya belajar dan dilatih oleh teman ayah, namanya bang Rambo," ujarnya.

Sempat tak disetujui oleh sang ibu, Eli, pemuda cilik bernama lengkap Rapiudin ini, tak mengindahkan, dan terus bersemangat untuk latihan.

Aksi seorang peselancar peserta pertandingan internasional Aceh Surfing Internasional Championship (AISC) ke-3 26-28 2017 di Pantai Matanurung, Kecamatan Teupah Tengah, Kabupaten Simelueu, Aceh.(KOMPAS.com/Daspriani Y Zamzami)

Ketaksetujuan sang ibu dikarenakan Hafis pernah mengalami insiden saat berlatih, kepalanya terantuk papan selancar dan harus menjalani perawatan medis dan mendapatkan tiga jahitan di bagian pelipisnya. " Jadi mamak takut saya nanti bisa lebih celaka lagi, tapi ayah saya mendukung hobi ini. Ayah membantu memberi pengertian pada mamak, dan sekarang pelan-pelan mamak sudah percaya, apalagi melihat saya serius mengikuti lomba surfing internasional kali ini," ucap Hafis.

Berkompetisi dengan para peselancarnasional di kelompok pemula dan lokal, tak menyurutkan semangat bocah laki-laki bertubuh kecil ini. "Awalnya grogi, apalagi saat bertanding ombaknya agak pendek jadi butuh konsentrasi dan kejelian tersendiri dalam mendapatkan ombak, tapi saya senang lah," sebutnya.

Bertemu dengan para peselancar nasional dan internasional, bagi Hafis adalah pengalaman baru dan luar biasa. " Saya bangga bisa bertemu dan berada dipantai yang sama dengan banyak peselancar dunia seperti Rio Waida, mudah mudahan saya bisa jadi juara dunia juga nanti seperti Rio" ungkap Hafis.

Kejuaran kali ini memang didominasi anak-anak muda. Kepala dinas Pariwisata Kabupaten Simeulue, Abdul Karim mengatakan, kejuaraan surfing tahun 2017 kali ini memang mengejutkan, karena di 20 peselancar asal Simelueu ikut meramaikan kompetisi.

“Ini sebuah perkembangan yang luar biasa, kalau dua tahun lalu ajang yang serupa hanya diikuti oleh 2 orang peselancar saja dari Simelueu, tapi kali ini luar biasa, diikuti oleh 20 orang termasuk peselancar cilik Hafis,” kata Abdul Karim.

Abdul Karim berharap dengan diselenggarakan AISC ke-3 ini bisa meningkatkan kemampuan generasi muda di pulau Simeulue untuk bisa berprestasi tidak hanya dalam memajukan dunia pariwisata tapi juga dibidang olahraga.

Aceh Internasional Surfing Championship (AISC) ke-3 dilangsungkan di Kabupaten Simeulu, Aceh. Simeulue sendiri terletak pada 150 km dari lepas pantai barat Aceh. Nama-nama sufer ternama seperti Rio Waida, I Komang Putra Hermawan, I Wayan Darma Putra dan Pepen Hendrik turut meramaikan ajang kompetisi berskala internasional tersebut.

Gelar juara AISC 2017 kali ini disabet oleh I Wayan Darma Putra dengan poin 17,33.

AISC 2017 yang berlangsung di Pantai Matanurung, Simeulue berlangsung sejak tanggal 26-28 Oktober 2017. Kejuaraan internasional ini telah menambah daya tarik wisatawan mancanegara dan lokal untuk berkunjung ke Simeulue.

Meski kejuaraan surfing untuk tahun ini sudah berakhir, tapi harapan demi harapan terus dipupuk oleh Hafis. Dia pun bercita-cita menjadi surfer ternama dan mengharumkan nama daerah.

Editor : Kamal Usandi
Sumber : kompas.com
Kategori : Simeulue, Aceh, Olahraga
www www