Kawasan Hutan Lindung Manggrove di Tamiang Kritis

Kawasan Hutan Lindung Manggrove di Tamiang Kritis
Ilustrasi [Net]
Jum'at, 27 Oktober 2017 09:55 WIB
Penulis: Suparmin

KUALASIMPANG – Panglima Laot Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Zulkifli, mengeluhkan kondisi krisisnya kawasan hutan lindung mangrove pesisir Aceh Tamiang. Pasalnya, hingga sampai saat ini perambahan hutan dan alih fungsi lahan terus saja terjadi.

 “Kami tidak berdaya untuk menahan aksi mereka dari kalangan oknum yang memiliki uang banyak,” keluh Zulkifli saat dikonfirmasi GoAceh terkait kerusakan kawasan hutan lindung di daerahnya, Kamis (26/10/2017).

Kata Zulkifli, dampak langsung dari kerusakan hutan manggrove tersebut adalah menurunnya hasil tangkapan ikan nelayan tradisional. Sehingga berpengaruh terhadap perekonomian para nelayan setempat.

 “10 tahun lalu, kehidupan nelayan kecil masih layak. Namun sekarang ini sudah kebingungan untuk mengais rejeki, sehingga perekonomian kami terus melemah akibat banyaknya jalur alur yang tertutup,” imbuh Zulkifli.

Ads
Disebutkannya, hal itu merupakan imbas dari perilaku para oknum akibat penebangan kayau bakau secara ilegal. “Sekarang ini, kayu dihutan lindung dirambah habis secara besar besaran untuk dijadikan bahan baku pembuatan arang. Sehingga kawasan hutan lindung manggrove hanya tinggal nama saja. Yang jadi persoalan, mereka para pembuka lahan juga memiliki dokumen surat lengkap secara sah,” imbuh Zulkifli.

Editor:TAM
Kategori:Aceh Tamiang, Umum
wwwwww