Home >  Berita >  Aceh Utara

IPSM: Rumah tak Layak Huni di Aceh Utara Capai 6.300 Unit

IPSM: Rumah tak Layak Huni di Aceh Utara Capai 6.300 Unit
Salah satu rumah warga miskin tak layak huni di Gampong Matang Reudeup, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. [Jamaluddin Idris]
Senin, 23 Oktober 2017 16:02 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris

LHOKSUKON - Saat ini diperkirakan terdapat 6.300 unit rumah masuk ke dalam kategori tidak layak huni di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Rumah dengan bangunan rata-rata dari bambu atau bilik dan sanitasi buruk itu tersebar hampir di seluruh gampong dalam 27 kecamatan.

Hal itu disampaikan Sekjen Ikatan Pekerjaan Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Aceh Utara, Mukhtaruddin kepada GoAceh, Senin (23/10/2017). Dia menyebut, dari total 6.300 unit itu, terbanyak berada di Kecamatan Lhoksukon, Tanah Jambo Aye, Baktiya Barat, dan Langkahan.
 
"Di Lhoksukon paling banyak. Di kecamatan itu, ada sedikit kurang dari 1.000 unit rumah yang masuk kategori tak layak huni. Kemudian seterusnya ada di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Langkahan, dan Baktiya Barat," kata Mukhtaruddin. 
 
Menurut Mukhtaruddin, jumlah rumah tak layak huni di kabupaten itu sebenarnya tahun ini telah berkurang sekitar 40 persen dibandingkan dengan tahun 2016 lalu yang mencapai lebih dari 6.300 unit.
  
"Telah berkurang 40 persen kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pengurangan ini terjadi pasca-perdamaian RI-GAM. Setelah itu, pembangunan rumah layak huni untuk kaum duafa meningkat," ujarnya lagi. 
 
Menurutnya, rata-rata warga yang tinggal di rumah tidak layak itu berprofesi sebagai buruh tani. Mereka termasuk kategori keluarga miskin yang tidak mampu membangun rumah sendiri.
  
"Salah satu solusi untuk mengurangi rumah tak layak huni di Aceh Utara ya sesuai dengan hadirnya Perbup (Peraturan Bupati) Nomor 38 Tahun 2017 Tentang Pembangunan Rumah Dengan Alokasi Dana Gampong," ucap Mukhtaruddin.
 
Dalam Perbup itu sambung Mukhtaruddin, pemerintah mengimbau seluruh desa di Aceh Utara agar mengalokasikan dana desa untuk pembangunan minimal dua unit rumah per tahun. 
 
"Saya rasa sudah tepat perbup itu. Misalnya, di suatu desa ada 9 rumah tak layak huni. Kalau dibangun 3 unit per tahun, kan dalam 3 tahun sudah selesai. Anggaran negara sudah ada, tinggal kita bangun," ujarnya lagi.
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Aceh Utara, Ekonomi
www www