Home >  Berita >  Pidie

Ikapelmaba Minta Pemkab Pidie Selesaikan Persoalan Pabrik Semen

Ikapelmaba Minta Pemkab Pidie Selesaikan Persoalan Pabrik Semen
Ilustrasi
Selasa, 17 Oktober 2017 17:05 WIB
Penulis: Amiruddin

SIGLI - Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kecamatan Batee (Ikapelmaba) mendesak Pemerintah Kabupaten Pidie segera menyelesaikan sengketa lahan antara warga Laweung dan Batee dengan PT Samana Citra Agung (SCA). Akibat adanya sengketa itu, PT Semen Indonesia Aceh (SIA) menghentikan sementara pembangunan pabriknya.

Demikian dikatakan Ketua Bidang Hukum dan HAM Ikapelmaba Batee, Syahrul kepada wartawan, Selasa (17/10/2017).  

Pihaknya sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh PT SIA untuk menghentikan pembangunan pabrik semen di Kecamatan Batee dan Kecamatan Muara Tiga-Laweung.

Sangat jelas, alasan penghentian ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Ads
“Sebagaimana disebutkan dalam surat pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Direktur Utama PT Semen Indonesia tertanggal 10 Oktober 2017, bernomor 205/KRE.DIR/10.2017, sesuai rekomendasi Forum Musyawarah Gampong (FMG) Kemukiman Laweung,” ujar Syahrul.

Penghentian ini kata Syahrul, harus benar-benar dimanfaatkan oleh semua elemen, baik masyarakat, Pemerintah Pidie, dan pemerintah provinsi selaku pemberi izin guna menyelesaikan persoalan-persoalan yang selama ini tidak terselesaikan dengan baik. 

Ada beberapa hal mendasar yang harus diselesaikan oleh para pihak, terkait dengan pembangunan pabrik semen ini.

Pertama, terkait dengan tapal batas antara Kecamatan Batee dan Kecamatan Muara Tiga-laweung.

“Harus ada kejelasan terkait dengan tapal batas wilayah dua kecamatan ini, agar ke depan tidak memicu konflik baru,” ucap Syahrul.

Kedua, lanjutnya, terkait dengan konflik lahan yang dikelola masyarakat. Pemerintah harus memfasilitasi penyelesaian wilayah kelola masyarakat yang belakangan masuk dalam areal wilayah kelola masyarakat.

Ketiga, kejelasan pengelolaan CSR dan penentuan wilayah Ring I dan Ring II.

“Ini penting untuk kejelasan pemanfaatan biaya CSR sebagai tanggungjawab perusahaan terhadap masyarakat lingkungan,” ucapnya.

Editor : Yudi
Kategori : Pidie, Hukrim
www www