Home >  Berita >  Peristiwa

BKSDA Sita Kayu Ilegal di Aceh Timur dan Subulussalam

BKSDA Sita Kayu Ilegal di Aceh Timur dan Subulussalam
Ilustrasi
Kamis, 12 Oktober 2017 21:36 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

BANDA ACEH - Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melaksanakan patroli gabungan di kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil bersama 16 personel Seksi Konservasi Wilayah II Subulussaman, KPHK Rawa Singkil dan Polres Singkil, Selasa (10/10/2017).

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, patroli gabungan tersebut dipimpin langsung Kasi Konservasi Wilayah II Subulussalam dan Kepala KPHK Rawa Singkil.

"Patroli gabungan dilaksanakan di wilayah Resor Rundeng, Gampong Oboh, Kecamatan Rundeng, Subulussalam," ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (12/10/2017).

Ia menjelaskan, dari patroli gabungan tersebut, pihaknya menemukan 4 unit becak motor yang digunakan oleh para penebang kayu ilegal untuk mengangkut kayu.

Ads
Tim gabungan juga menemukan satu unit chainsaw (gergaji mesin) dan kayu olahan berbagai jenis sebanyak 5 kubik yang kemudian dimusnahkan di lokasi.

‎Personel kemudian membersihkan ongkak (jalur keluarnya kayu) sepanjang 500 meter.

Para pelaku melarikan diri sebelum sempat diamankan tim.

Tim dari BKSDA Aceh juga mengalami musibah, yakni kecelakaan menabrak tiang listrik karena diduga sopir mengantuk di kawasan Lamno, Aceh Jaya.

“Tim selamat, hanya sopir saja yang mengalami luka ringan, tetapi mobil rusak cukup parah," ungkapnya.

Tim BKSDA Aceh juga mengamankan 7 batang kayu ilegal yang ditambatkan di aliran sungai pembatas‎ Cagar Alam Serbojadi, Aceh Timur, Rabu (11/10/2017) kemarin. 

"‎Tim menemukan kayu yang diikat pada sebatang pohon di aliran Sungai Tamiang," kata Kepala BKSDA Aceh.

Diduga kayu tersebut merupakan hasil pembalakan liar di kawasan hutan lindung yang berbatasan dengan Cagar Alam Serbojadi.

Saat dilakukan pengecekan ke dalam cagar alam seluas 300 hektare tersebut, tim tidak menemukan adanya tunggul bekas penebangan. 

"‎Kayu yang ditemukan jenis Meranti dengan total volume 0,7 kubik. Selanjutnya kayu tersebut ditarik ke Pos Jaga Cagar Alam Serbojadi untuk dihancurkan," tandas Sapto.

Editor : Yudi
Kategori : Peristiwa, Banda Aceh
www www