Home >  Berita >  Banda Aceh

KAMMI Aceh: Penyaluran Dana Hibah dan Bansos Harus Tepat Sasaran

KAMMI Aceh: Penyaluran Dana Hibah dan Bansos Harus Tepat Sasaran
Ketua PW KAMMI Aceh, Tuanku Muhammad.
Sabtu, 07 Oktober 2017 20:04 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

BANDA ACEH - Hingga sekarang, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf belum menandatangani SK pencairan dana hibah dan bansos.  Irwandi saat ini dikabarkan sedang mengevaluasi dan melakukan verifikasi anggaran terlebih dahulu. 

Pihak DPRA berharap, Gubernur Aceh dapat segera menandatangani SK dana hibah dan bansos tersebut.  

DPRA beralasan, saat ini masyarakat menanti pencairan tersebut agar bisa segera melakukan pembangunan, seperti perbaikan masjid, dayah, sekolah dan sebagainya. 

Menanggapi dilema ini, Ketua PW KAMMI Aceh, Tuanku Muhammad mengatakan, pihaknya di satu sisi mendesak gubernur agar segera menandatangani SK dana hibah dan bansos.

Ads
Menurutnya, semakin telat ditandatangani, maka akan semakin telat proses pencairan dan pembangunannya. 

"Apalagi ini sudah masuk Oktober, artinya hanya 2 bulan lagi untuk proses pencairan, pembangunan dan teknis lainnya. Akibatnya, proses pembangunan di Aceh selalu terkesan terburu-buru yang berakibat pada kualitas proyek itu," ujarnya, Sabtu (7/10/2017).

Namun pada sisi lain, pihaknya juga berharap jika memang Gubernur sedang melakukan evaluasi dan verifikasi, maka proses tersebut dapat dilaksanakan dengan secepatnya dan professional.

Ia minta, dana hibah dan bansos yang kelak akan dicairkan bisa tepat sasaran dan akurat serta tidak ada indikasi bodong dan terjerat korupsi.

Menurutnya, selama ini dana hibah dan bansos selalu menjadi ladang untuk menyalurkan syahwat korupsi dengan alasan menjembatani kebutuhan rakyat.

“Sudah saatnya Irwandi Yusuf menghilangkan kesan buruk tersebut. Salurkan dana tersebut secara tepat sasaran dan tepat waktu. Jadi, yang benar-benar mendapatkan dana ini rakyat, bukan para mafia yang menamakan pembela rakyat," jelas Tuanku. 

Oleh karena itu,  KAMMI Aceh berharap agar dilema pencairan dana hibah dan bansos bisa segera diselesaikan.  

Eksekutif dan legislatif harus mampu duduk bersama dan membahas masalah ini.

"Jangan karena kepentingan politik masing-masing, dana ini di pingpong sana sini. Ujung-ujungnya rakyat Aceh lagi yang rugi," tandasnya.

Editor : Yudi
Kategori : Banda Aceh, Umum
www www