Home >  Berita >  Peristiwa

Pembunuh Wanita yang Ditemukan di Kebun Pisang Ditangkap

Pembunuh Wanita yang Ditemukan di Kebun Pisang Ditangkap
Konferensi pers kasus pembunuhan wanita di Indrapuri, Aceh Besar, Rabu (27/9/2017). [Ist]
Rabu, 27 September 2017 18:31 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

JANTHO - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Aceh Besar berhasil menangkap tersangka pembunuhan di kawasan Gampong Lamsuot, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Kamis (21/9/2017) lalu sekira pukul 21.30 WIB.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Suprihasto, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres setempat, Rabu (27/9/2017) pagi tadi mengatakan, tersangka berinisial RA (35), seorang buruh bangunan, warga Gampong Bueng Tujoh, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar. 

"Tersangka ditangkap setelah Sat Reskrim melakukan penyelidikan yang dipimpin Kasat Reskrim, AKP Machfud, Kasat Intelkam, Iptu Supriadi dan Kapolsek Indrapuri, AKP Mawardi, serta melibatkan Unit Opsnal Sat Reskrim dan Kanit Res Intel Polsek Indrapuri serta Polsek Kuta Malaka," ujarnya saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, pada Minggu (17/9/2017) sekira pukul 09.30 WIB ditemukan sesosok mayat perempuan dengan posisi tubuh telungkup dan wajah yang dipenuhi belatung di area perkebunan pisang, di kawasan Gampong Jruek Bak Kreh, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar.

Ads
"‎Korban adalah Hasana (53), petani, warga gampong setempat. Korban ditemukan oleh adik iparnya bernama Muhfizar (40), warga Gampong Sinyeu, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar.‎ Dari keterangan pihak keluarga, korban menghilang dari rumah sejak Jumat (15/9/2017) lalu," kata Kapolres.

Atas penemuan tersebut, selanjutnya korban dievakuasikan ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin untuk dilakukan visum. ‎

Dari hasil visum, diketahui korban sudah meninggal dunia sejak dua hari lalu. Dokter menemukan luka benturan benda tajam di belakang telinga sebelah kanan bagian bawah menerus ke pipi hingga ke leher. 

“Dokter juga menemukan luka robek di pipi sebelah kanan. Menurut hasil penyelidikan Sat Reskrim, korban diperkirakan meninggal karena dibunuh," ungkap AKBP Heru Suprihasto yang didampingi Wakapolres, Kompol Benny.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Aceh Besar, AKP Machfud mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, motif pembunuhan korban adalah karena tersangka kesal dan sakit hati terhadap korban yang menuduh tersangka sering melakukan pencurian pisang di kebun milik korban.

"‎Kasus berhasil diungkap kurang lebih 3x24 jam. Adapun barang bukti yang diamankan yakni sebilah parang sepanjang 50 sentimeter, celana pendek jenis jins warna abu-abu dan baju kaos lengan pendek warna hitam milik tersangka," kata mantan Kapolsek Darul Imarah ini.

S‎elain itu, juga diamankan sepasang sandal jepit warna cokelat, sehelai kain sarung, sepotong baju kaos oblong warna putih dengan bercak darah, sepotong celana training ponggol dan 4 buah jeruk purut milik korban. 

"‎Juga diamankan sebuah puntung rokok Dji Sam Soe Magnum dan 3 tandan pisang wak atau pisang monyet yang telah dicincang," kata AKP Machfud.

Saat ini, tersangka dan barang bukti masih diamankan di Mapolres Aceh Besar untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Polisi juga akan melakukan rekonstruksi ulang pembunuhan tersebut nantinya di lokasi kejadian.

"‎Tersangka masih diamankan beserta barang bukti, kita masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan lanjutan untuk mengungkap apakah ada motif lainnya dari tersangka," tandas Kasat Reskrim.

Editor : Yudi
Kategori : Peristiwa, Aceh Besar
www www