Home >  Berita >  Banda Aceh

Tim Medis: Jemaah Aceh Besok Pagi Tiba, Jangan Langsung Peluk Cium

Tim Medis: Jemaah Aceh Besok Pagi Tiba, Jangan Langsung Peluk Cium
Ilustrasi--Dua saudara ini juga saling pelukan erat detik-detik pelepasan jamaah calon haji Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, 23 Agustus lalu
Senin, 25 September 2017 12:33 WIB

BANDA ACEH - Sesuai jadwal, insya Allah jemaah haji kloter 1 Debarkasi Aceh akan mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (26/9) dini hari, pukul 02.45 WIB. Berangkat dari Bandara Amir Muhammad Abdul Aziz (AMAA) Madinah pukul 18.45 WIB.

Menurut Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh, Abrar Zym, Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 2201, berangkat dari Bandara Internasional Amir Muhammad Abdul Aziz (AMAA) Madinah hari ini (Senin), pukul 14.45 waktu Arab Saudi atau pukul 18.45 WIB di Aceh.

Setelah proses penerbangan dan menempuh perjalanan ke arah timur, maka pesawat tiba Selasa pagi pukul 02.45 WIB atau Senin, pukul 23.45 waktu Arab Saudi. Ketibaan jemaah Bandara SIM ini akan disambut Pemerintah Aceh dan Panitia di UPT Asrama Haji Aceh.

Pesan tim medis, dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Banda Aceh, jangan sekali-kali panitia dan keluarga, langsung memeluk dan mencium tamu Allah, tanpa kenakan masker dan sarung tangan.

Ads
Sebutnya, juga dibenarkan Wakil Ketua I PPIH Hanif (Kadiskes Aceh), bahwa gejala MERS masih ada di Arab Saudi. Virus coroana Middle East Respiratory Syndrome (MERS), penyerang organ pernafasan.

Bahkan sebelum bekerja di debarkasi, ajak tim medis ini, dalam rapat PPPIH, Selasa (19/9), konsumsilah multivitamin sebelum beraktivitas. “Semua suplemen bisa dibeli sendiri, tapi kalau sarung tangan dan masker ada sama panitia kesehatan,” ucapnya dr Maya Sofia, dengan nada bercanda.

“Terutama pekerja lepas (Porlep) yang mengangkat koper orange, maunya usai kerja langsung cuci tangan, kalau bisa mandi. Kita tidak tahu, selama dari sana, ada tas jamaah yang terpapar virus,” ajaknya, di depan panitia lengkap di aula'Arafah ini.

“Sarung tangan dan masker untuk panitia, ada di sekretariat kesehatan,” sambungnya.

Dari bandara, jamaah akan menuju debarkasi haji untuk penerimaan, pemeriksaan dokumen, kesehatan, penyerahan air zam zam dan lainnya. Di asrama haji ada pemeriksaan KKP. Setelah dinyatakan clear, sehat, barulah jemaah boleh ketemu sanak kelauarga yang jemput. Sampai sekarang informasi yang kita terima jemaah kita normal, aman. Hanya saja tetap harus waspada.  

Selanjutnya, bus-bus akan diberangkatkan ke daerah masing-masing, kecuali yang dari Banda Aceh. Saat bertemu jamaah, keluarga jangan langsung peluk cium jamaahnya, tanpa memperhitungkan kondisi jamaah dan kondisinya.

“Keluarga tak perlu menjemput ke asrama, jika dari luar Banda Aceh, sebab akan diantar hingg ke kabupaten/ kota,” ajak panitia, juga diiyakan pihak reserse dari Polda Aceh. Pengamanan sering berurusan dengan keluarga jamaah, yang meski telah dibilang, tak ada waktu lagi bersua di asrama, tapi keluarga tetap ingin bertemu lagi di asrama.

Untuk Kloter 1, yang ikut di dalamnya Kakanwil Kemenag Aceh selaku TPHD yang membantu proses Baitul Asyi. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, diisi jemaah asal Nagan Raya 159 jemaah, Aceh Selatan 94, Aceh Barat Daya 89, Aceh Singkil 29, Kota Subulussalam 15, dan Banda Aceh ada 2.

Pada 40 hari lalu, saat pemberangkatan, jemaah kloter perdana ini terbang ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Rabu (16/8) pukul 12.15 WIB.

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh, Umum
www www