Home >  Berita >  Pidie

Bangun Pabrik Semen di Pidie, PT Samana Tegaskan tak Serobot Lahan Warga

Bangun Pabrik Semen di Pidie, PT Samana Tegaskan tak Serobot Lahan Warga
Konferensi pers pihak PT Samana Citra Agung di Banda Aceh, Jumat (22/9/2017). [Hafiz Erzansyah]
Sabtu, 23 September 2017 09:30 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
BANDA ACEH - Pihak PT Samana Citra Agung melalui kuasa hukumnya, Safaruddin menegaskan, pihak perusahaan tidak pernah menyerobot lahan masyarakat dalam kerja sama dengan PT Semen Indonesia Aceh (SIA) untuk mendirikan pabrik semen di Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie.
Hal ini dikatakannya dalam konferensi pers di Banda Aceh, Jumat (22/9/2017) sore. "Selama ini yang dikatakan bahwa perusahaan mengambil lahan warga itu tidak benar, perusahaan tidak menyerobot tanah warga," ujarnya kepada wartawan di lokasi.
 
Ia menjelaskan, surat terakhir dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh yang ditujukan kepada Gubernur Aceh berisi tentang memberikan data dukungan terhadap persoalan? lahan PT SIA. Berdasarkan dokumen data fisik dan yuridis tersebut, penguasaan lahan perusahaan adalah sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai seluas 1.958 hektare.
 
"?Adanya tuntutan pengembalian kerugian lahan masyarakat Gampong Kule dan Cot ini setelah dilakukan survei lapangan pada lahan itu, ternyata lahan berada di luar area PT SIA. Jadi, memang ada lahan itu tetapi bukan di kawasan PT SIA, di luar kawasan," katanya.
 
?Sebelumnya, pihak PT Samana juga sudah mengirim surat kepada Keuchik gampong tentang pemberitahuan keberatan terhadap lahan pendirian PT SIA tersebut pada 8 September 2016 lalu, yang juga ditembuskan kepada muspika dan muspida setempat.
 
"?Dalam surat dituliskan bahwa pihak perusahaan meminta keuchik agar menyampaikan segera bila ada lahan yang masuk dalam pembangunan pabrik semen itu. Kita sudah sampaikan ke masyarakat bahkan siapkan surat keterangan kepemilikan lahan untuk diisi warga, namun keuchik setempat tidak ada yang mau meneken, sebenarnya kita tidak mengambil tanah masyarakat disitu," jelasnya.
 
?Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh ini juga mengaku bingung melihat tuntutan sejumlah warga yang menuding pihak perusahaan menyerobot lahan milik warga. "Lahan yang mana? Kami tegaskan seluruh lahan PT Samana Citra Agung sudah beres dan bersih (Clear and Clean), jadi tidak ada yang diserobot," tambah Safaruddin.
 
?Selain kuasa hukum bersama pihak YARA, konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh pihak perusahaan PT Samana Citra Agung, mantan Kepala BPN Pidie dan sejumlah perwakilan masyarakat gampong di sekitar pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia Aceh (SIA) tersebut.
 
Kantongi Sejumlah Izin
 
Sementara Direktur Utama PT Samana Citra Agung, Deni Fahlevi mengatakan, pihaknya sebenarnya memiliki lahan sendiri dan persoalan yang berkaitan dengan lahan yang diklaim masyarakat sudah diselesaikan dengan pihak terkait.
 
"Kita punya lahan sendiri, semuanya sudah kita siapkan sesuai aturan. Kami ini kan bekerja sama dengan pihak lain yang dalam hal ini PT Semen Indonesia, logikanya tidak mungkin mereka mau kerja sama kalau kami bermasalah," ujarnya kepada wartawan.
 
?Dijelaskannya, pihaknya juga sudah mengantongi sejumlah izin yang harus dimiliki pihak perusahaan untuk menjalankan rencana pembangunan serta pengoperasian pabri semen yang akan didirikan di Kecamatan Batee tersebut. 

"?Kita sudah kantongi hampir 50 jenis izin, termasuk izin pelabuhan. Ada sih yang belum, seperti izin perdagangan, tetapi yang lain sudah lengkap. Kita juga selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama pemerintah," katanya.

?Pihak PT Samana, lanjutnya, selama ini sudah berupaya melakukan pendekatan sosial kepada warga dan tokoh masyarakat setempat. Akan tetapi disesalkannya berbagai tudingan dan aksi terus dilakukan sekelompok warga terhadap pihak perusahaan. 

"?Kita berupaya seoptimal mungkin dengan membuat pendekatan persuasif dan memenuhi berbagai macam bentuk tuntutan warga, dari yang masuk akal hingga yang tidak masuk akal. Tetapi selalu saja timbul persoalan baru yang membingungkan," jelas Deni.

?Sementara, Direktsi PT Samana Citra Agung, Yusri mengatakan, tidak akan ada pembatalan pembangunan pabrik semen di daerah tersebut, meski pihaknya didera tuntutan warga dan berbagai bentuk aksi massa dengan penuh tekanan dan tudingan yang menyebabkan kondisi tidak kondusif. 

"?Sejauh ini tidak ada hambatan, kita jalan terus dan bangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Tidak ada pembatalan pembangunan pabrik semen," kata Yusri.

?Sebelumnya, warga sekitar melakukan pemblokiran jalan yang disebut sebagai akses menuju PT SIA yang saat ini tengah dalam tahapan kontruksi pembangunan pabrik semen di kawasan tersebut. Sejumlah warga membentuk aksi blokir jalan hingga merazia pekerja yang berasal dari luar daerah dan menuntut pihak perusahaan? untuk menyelesaikan persoalan lahan milik masyarakat.
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Pidie, Aceh, Umum
www www