Home >  Berita >  Pidie

Setelah Koma 12 Hari, Satu Jemaah Haji Asal Pidie Meninggal

Setelah Koma 12  Hari, Satu Jemaah Haji Asal Pidie Meninggal
Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Aceh, Rusli
Rabu, 20 September 2017 12:16 WIB

BANDA ACEH - Kabar duka lagi, setelah kemarin meninggal satu jemaah asal Aceh Tenggara, padahal ada satu lagi jemaah meninggal di hari itu. Jemaah ini bernama Cut Tihalimah binti Teuku Abdul Rasyid asal Pidie, meninggal setelah koma selama 12 hari di Rumah Sakit RS al-Noor, Makkah, Arab Saudi.

Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Aceh, Rusli di Banda Aceh, Rabu (20/9/2017) mengatakan, telah berpulang ke rahmatullah Cut Tihalimah binti Teuku Abdul Rasyid jemaah haji kloter 10 asal Pidie, di Rumah Sakit Al-Noor Makkah, 19 September 2017.

"Meninggalnya Almarhummah dikabarkan oleh petugas haji dari Tanah Suci. Almarhummah meninggal kemarin pagi pukul 09.50 waktu Arab Saudi dan dimakamkan di Sharayya" ujar Rusli.

Berdasarkan diagnosa, sebelum meninggal, Almarhummah mengalami gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Pada 6 September 2017 jemaah sudah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Ads
Kemudian, pada 7 September 2017 dirujuk ke RS Al Noor karena penyakit jantung dan sepsis. Setelah itu, sejak 7-19 September pasien dalam keadaan koma di RS tersebut dan pukul 9.50 waktu di sana, pasien dinyatakan meninggal.

Jemaah meninggal sebelumnya

1. Muslimah binti H Ismail Yusuf (58) asal Pidie dari Kloter X. Ia meninggal dunia dalam pesawat menuju Jeddah, Arab Saudi, Jumat 25 Agustus 2017.

2. Nurhayati binti M Idris (41), asal Banda Aceh dari Kloter IV. Ia meninggal dunia karena sakit dengan diagnosa Chronic Renal Failure ditambah DM type 2 dan hipertensi, Sabtu 26 Agustus 2017.

3. Fatimah Zohra binti Muhammad Amin (48) asal Aceh Besar dari Kloter VI. Ia meninggal di KKHI Arafah, karena sakit dengan diagnosa cardiovascular Deases, Kamis 31 Agustus 2017.

4. Khalijah binti Tukang Paneuk (72) asal Aceh Selatan dari Kloter I. Ia meninggal dalam bus saat perjalanan dari Mudzalifah ke Mina, karena sakit dengan diagnosa cardiovascular Deases, Jumat 1 September 2017.

5.  Halimah binti Mahmud Ben (72) asal Pidie Jaya dari kloter 9. Ia meninggal karena menderita Accute ischemic heart attack atau serangan jantung, Rabu 30 Agustus 2017

6. Teuku Zainal Arifin bin Teuku Djafar (58) beralamat BTN Ajuen Lam Hasan Aceh Besar dari kloter 3. Ia meninggal sebab sesak napas, hypertensi serta respiratory disease, Rabu 6 September 2017

7. Usman Beuransyah Balee (68) asal Bireuen dari kloter 7. Dilaporkan hilang Kamis, 24 Agustus 2017 dan ditemukan sudah meninggal, Kamis 7 September 2017.

8. Tarwiyah binti Yusuf Muhammad Yed asal Pidie dari kloter 10. Ia meninggal berdasarkan diagnosa memiliki riwayat hipertensi dan dispepsia, Jumat 8 September 2017.

9. Ainul Mardhiah binti Muhammad Djafar asal Aceh Timur dari kloter 11. Didiagnosa Ia mengalami cardiovascular disease dan meninggal di Rumah Sakit Arafah, Jumat 8 September 2017

10. Hayati binti Muhammad Adam (83) asal Banda Aceh dari kloter 4. Ia meninggal akibat sesak napas berat dan gagal nafas, Jumat 8 September 2017.

11. Ishaq Aziz Ali bin Tengku Aziz (76), asal Dewantara, Aceh Utara. Ia meninggal usai mengeluh sesak berat, lemas, nafsu makan kurang, Sabtu 9 September 2017.

12. Keuchik Lotan bin Keuchik Suman (83), asal Babah Rot, Nagan Raya dari kloter 1. Ia meninggal, Senin 11 September 2017.

13. Adiman bin Pang Ali (76) asal Seunagan Nagan Raya dari kloter 1. Ia meninggal disebabkan sesak napas, Selasa 11 September 2017.

14. Muhammad Harun Hanafi (63) asal Langsa. Sebelum meninggal, almarhum mengalami keluhan gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Meninggal, Rabu 13 September 2017.

15. Rusli Ahmad Usman asal Peureulak, Aceh Timur dari kloter 11. Sebelum meninggal almarhum memiliki riwayat gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Meninggal, Kamis 14 September 2017.

16. Sapiah bin Ali Basyah (77) asal Geuredong Pasee, Aceh Utara dari kloter 8. Sebelum meninggal, almarhumah mengalami gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Meninggal, Jumat 15 September 2017.

17.  Nuraini binti Abdurrahman (85) asal Arogan Lambalek, Aceh Barat dari kloter 05. Sebelum meninggal, mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah, diikuti gagal jantung. Meninggal, Jumat 15 September 2017.

18. Ahmad Pagan bin Salim Pagan (72) asal Aceh Tenggara dari kloter 05. Sebelum meninggal, Almarhum mengalami gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Meninggal, Selasa 19 September 2017.

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Pidie, Aceh, Umum
www www