Home >  Berita >  Peristiwa

Pembunuhan Nuraini di Krueng Raya Aceh Besar Direkonstruksi

Pembunuhan Nuraini di Krueng Raya Aceh Besar Direkonstruksi
Salah satu adegan dalam rekonstruksi pembunuhan wanita yang terjadi beberapa waktu lalu di Krueng Raya, Aceh Besar‎, Rabu (20/9/2017). [Hafiz Erzansyah]
Rabu, 20 September 2017 21:02 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

BANDA ACEH - Para penyidik Sat Reskrim Polresta Banda Aceh melaksanakan rekonstruksi terkait pembunuhan Nuraini (33), yang jasadnya ditemukan di kawasan Dusun Lhok Mee, Gampong Lamreng, Kecamatan Masjid Raya (Krueng Raya), Aceh Besar, Rabu (20/9/2017).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin melalui Kabag Ops, Kompol Dedi Darwinsyah mengatakan, rekonstruksi yang dilakukan untuk mengetahui alur pembunuhan korban seperti pengakuan para tersangka dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

"‎Kita ingin mencocokkan antara keterangan para tersangka dengan yang ada di BAP. Hingga saat ini tersangka hanya dua orang," ujarnya kepada wartawan saat diwawancarai di lokasi usai pelaksanaan rekonstruksi.

Kasat Reskrim, AKP M Taufiq mengatakan, kedua tersangka dijerat dengan ‎Pasal 338 Sub 340 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. "Keduanya dijerat pasal 338 Sub 340 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun tentang pembunuhan berencana," jelasnya.

Ads
‎Pantauan di lokasi, rekonstruksi tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP M Taufiq, dengan melakukan adegan sebanyak kurang lebih 30 adegan di tiga tempat kejadian perkara yang berbeda.

‎Kedua pelaku pembunuhan yakni AS (49) selaku tersangka pertama dan IS (27) selaku tersangka kedua,  merupakan warga Pidie. Keduanya dihadirkan ke lokasi untuk memperagakan adegan yang dilakukan saat menghilangkan nyawa korban. Sementara korban diperankan oleh salah satu polwan Polresta Banda Aceh bernama Melly dan dibantu dengan sebuah patung yang didesain sedemikian rupa.

Saat rekontruksi atau reka ulang berlangsung, diketahui bahwa kedua tersangka melakukan pertemuan di lokasi pertama dan sepakat untuk menggugurkan kandungan korban yang berusia tiga bulan. Menurut pengakuan tersangka, saat itu korban setuju kandungannya digugurkan dan bahkan merental mobil untuk melancarkan rencana itu.

‎Selasa (1/8/2017) sekira pukul 22.00 WIB ketiganya berangkat dari Pidie menuju ke Banda Aceh dengan mengambil jalan melalui Laweung, Krueng Raya, hingga menuju Banda Aceh. Korban dijemput di Gampong Baireh, Kecamatan Kota Bakti, Pidie.

‎Saat mobil jenis Toyota Avanza bernomor polisi B 1130 JNE yang digunakan memasuki kawasan Lamreh atau sekitar kurang lebih 40 kilometer dari arah Banda Aceh, IS memberhentikan mobilnya dan turun menuju tempat korban duduk (sebelah kiri belakang) dengan langsung mencekik leher korban.

"Melihat hal itu, tersangka AS juga turut membantu aksi IS dengan menekan perut dan kaki korban hingga korban tewas," kata AKP M Taufiq yang memimpin pelaksanaan rekontruksi tersebut‎ sembari membacakan naskah sesuai BAP.

‎Setelah melakukan aksi itu, kedua tersangka membawa dan membuang jenazah korban yang jaraknya kurang lebih sekitar 50 hingga 100 meter dari jalan lintas Laweung-Krueng Raya, yang kemudian meninggalkan jasad korban dan selanjutnya kembali menuju ke Pidie melalui jalan yang sama saat pertama berangkat.

‎Rekonstruksi tersebut dilaksanakan sekitar dua jam dengan mendapatkan pengamanan dari puluhan personel Polresta Banda Aceh yang terdiri dari Sat Reskrim, Sat Sabhara dan sejumlah satuan lainya. Di sekitar lokasi juga tampak puluhan masyarakat sekitar yang penasaran akan peristiwa tersebut.

Editor : TAM
Kategori : Peristiwa, Aceh Besar, Banda Aceh
www www