Deputi BI: Jika Menemukan Uang Palsu Jangan Takut untuk Melapor

Deputi BI: Jika Menemukan Uang Palsu Jangan Takut untuk Melapor
Deputi BI Perwakilan Aceh, Teuku Munandar menyerahkan cenderamata uang pecahan baru kepada Bupati Dulmusrid, Selasa (19/9/2017).
Selasa, 19 September 2017 23:33 WIB
Penulis: Helmi

SINGKIL - Deputi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Aceh, Teuku Munandar mengimbau masyarakat agar segera melapor ke BI atau pihak kepolisian jika menemukan uang palsu (Upal).

"Masyarakat jangan takut untuk melaporkan ke pihak Bank Indonesia (BI) atau langsung beritahu Polisi jika menemukan uang palsu," kata Teuku Munandar kepada wartawan di ruang Oprom Kantor Bupati Aceh Singkil, Selasa (19/9/2017).

Lanjutnya, dari laporan tersebut Polisi bisa menyelidiki lebih lanjut, dari mana sumber peredarannya.

Jika dibiarkan, uang palsu yang beredar jumlahnya akan semakin banyak.

Ads
"Polri juga punya mekanisme untuk menentukan apakah si pelapor menemukan Upal itu secara sengaja atau tidak," ucap Munandar.

Menurutnya, BI tidak akan mengganti Upal tersebut, sebab jika diganti, akan banyak yang menyiapkan uang palsu untuk diganti rugi oleh BI dengan uang asli.

BI melakukan pengelolaan rupiah yang mencakup tahapan perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pencabutan, dan penarikan serta pemusnahan.

Dan masyarakat berhak tahu mengenai keaslian uang rupiah yang baru.

“Sehingga masyarakat bisa mengetahui dan paham ciri-ciri uang yang asli,” sebutnya.

Terkait prokontra gambar pahlawan Cut Mutia pada uang pecahan Rp 1.000, Munandar mengungkapkan, persoalan tersebut sudah masuk ranah hukum.

“BI sebagai bank sentral telah melakukan proses penerbitan uang sesuai prosedur. Dalam proses pemilihan gambar sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Sosial yang berwenang untuk menginventarisir atau menatausahakan gambar pahlawan nasional yang dipasang dalam uang pecahan baru tersebut,” beber Munandar.

Saat mengajukan gambar pahlawan Cut Mutia dalam uang Rp 1.000, prosesnya sudah sesuai ketentuan melalui koordinasi dan diskusi dengan para ahli sejarah, para akademisi maupun ahli waris, untuk memastikan bahwa itu adalah gambar Pahlawan Cut Mutia.

"Namun jika ke depannya ada perubahan, ya BI juga harus patuh dan merubah gambar tersebut," ujarnya.

Editor:Yudi
Kategori:Aceh Singkil, Hukrim
wwwwww