Home >  Berita >  Banda Aceh

Bertambah Dua Lagi Jemaah Aceh Meninggal di Makkah

Bertambah Dua Lagi Jemaah Aceh Meninggal di Makkah
Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Aceh, Rusli
Sabtu, 16 September 2017 09:29 WIB

BANDA ACEH - Jemaah haji asal Aceh kembali meninggal di Makkah, Arab Saudi. Kali ini seorang jemaah yang tergabung dalam kloter 8 asal Geuredong Pasee, Kabupaten Aceh Utara, meninggal, Jumat (15/9/2017). Saat ini jemaah haji asal Aceh meninggal berjumlah 16 orang.

Informasi ini disampaikan oleh Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Aceh, Rusli di Banda Aceh, Jumat (15/9) kemarin seperti dilansir Kemenag Aceh.

"Telah meninggal seorang jamaah haji Aceh bernama Sapiah bin Ali Basyah, berumur 77 tahun, dan direncanakan akan dimakamkan di Syara'i Makkah," ujar Rusli.

Almarhum meninggal di ambulans ketika perjalanan menuju Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah.

Ads
Rusli menyebutkan bahwa Sapiah mengalami cardiovascular disease atau gangguan pada jantung dan pembuluh darah. 

Kronologis meninggalnya, hari ini (kemarin) sekira pukul 14.10 Waktu Arab Saudi (WAS) pasien mengeluh lemas, dan nafsu makan berkurang.

Karena kondisi demikian, petugas melakukan pemasangan infus + drip neurobion 1 ampul untuk rehidrasi cairan. Tak lama kemudian pasien muntah 1 kali dan tak sadarkan diri. Setelah cek vital sign, ternyata tensi 80/60, nadinya sangat lemah.

Petugas menyuntikkan 1 amp epinephrin dan menghubungi sektor untuk mendapat bantuan ambulance untuk membawa pasien dirujuk ke KKHI.

Dalam perjalanan dengan ambulane pasien di pasang O2 dan dicek vital sign serta dilakukan penanganan darurat Resusitasi jantung paru (RJP). Saat perjalanan tersebut pasien wafat dalam ambulans pukul 14.43 WAS, sebut Rusli.

Satu asal Aceh Timur

Seorang jamaah haji Aceh asal Peureulak Aceh Timur bernama Rusli Ahmad Usman dari kloter 11 kembali meninggal dunia di Mekkah Arab Saudi, Kamis (14/09/2017).
  
"Berdasarkan informasi dari petugas, almarhum wafat tadi pagi pukul 08.33 Waktu Arab Saudi (WAS), di Klinik Sektor X Makkah, Alkeswah Towers Hotel 5 dan dimakamkan di Sharaya," jelas Rusli.
 
Almarhum memiliki riwayat cardiovascular disease atau gangguan pada jantung dan pembuluh darah. 
 
Kronologis wafatnya Rusli Ahmad Usman, sekira pukul 07.45 - 08.00 WAS jamaah masih makan bersama istri kemudian mengeluh pusing dan hoyong, karena kondisi demikian, istri membawa suaminya ke posko kesehatan kloter.
 
Saat berada di depan posko, jamaah tiba-tiba terjatuh dan pingsan, kemudian petugas TKHI melakukan pemeriksaan on site dan ditemukan nadi dan nafas melemah, petugas melakukan penanganan gawat darurat serta Resusitasi jantung paru (RJP) untuk mengembalikan fungsi nafas yang berhenti atau memulihkan kembali fungsi jantung dan paru ke keadaan normal, kemudian langsung di evakuasi ke klinik sektor x Makkah.
 
Pukul 08.33 WAS almarhum tidak ditemukan nadi karotis, nafas tidak ada, EKG Flat, dan pasien dinyatakan meninggal dunia.

Jemaah meninggal sebelumnya
1. Muslimah binti H Ismail Yusuf (58) asal Pidie dari Kloter X. Ia meninggal dunia dalam pesawat menuju Jeddah, Arab Saudi, Jumat 25 Agustus 2017.

2. Nurhayati binti M Idris (41), asal Banda Aceh dari Kloter IV. Ia meninggal dunia karena sakit dengan diagnosa Chronic Renal Failure ditambah DM type 2 dan hipertensi, Sabtu 26 Agustus 2017.

3. Fatimah Zohra binti Muhammad Amin (48) asal Aceh Besar dari Kloter VI. Ia meninggal di KKHI Arafah, karena sakit dengan diagnosa cardiovascular Deases, Kamis 31 Agustus 2017.

4. Khalijah binti Tukang Paneuk (72) asal Aceh Selatan dari Kloter I. Ia meninggal dalam bus saat perjalanan dari Mudzalifah ke Mina, karena sakit dengan diagnosa cardiovascular Deases, Jumat 1 September 2017.

5.  Halimah binti Mahmud Ben (72) asal Pidie Jaya dari kloter 9. Ia meninggal karena menderita Accute ischemic heart attack atau serangan jantung, Rabu 30 Agustus 2017

6. Teuku Zainal Arifin bin Teuku Djafar (58) beralamat BTN Ajuen Lam Hasan Aceh Besar dari kloter 3. Ia meninggal sebab sesak napas, hypertensi serta respiratory disease, Rabu 6 September 2017

7. Usman Beuransyah Balee (68) asal Bireuen dari kloter 7. Dilaporkan hilang Kamis, 24 Agustus 2017 dan ditemukan sudah meninggal, Kamis 7 September 2017.

8. Tarwiyah binti Yusuf Muhammad Yed asal Pidie dari kloter 10. Ia meninggal berdasarkan diagnosa memiliki riwayat hipertensi dan dispepsia, Jumat 8 September 2017.

9. Ainul Mardhiah binti Muhammad Djafar asal Aceh Timur dari kloter 11. Didiagnosa Ia mengalami cardiovascular disease dan meninggal di Rumah Sakit Arafah, Jumat 8 September 2017

10. Hayati binti Muhammad Adam (83) asal Banda Aceh dari kloter 4. Ia meninggal akibat sesak napas berat dan gagal nafas, Jumat 8 September 2017.

11. Ishaq Aziz Ali bin Tengku Aziz (76), asal Krueng Geukueh, Aceh Utara. Ia meninggal usai mengeluh sesak berat, lemas, nafsu makan kurang, Sabtu 9 September 2017.

12. Keuchik Lotan bin Keuchik Suman (83), asal Babah Rot, Kabupaten Nagan Raya dari kloter 1. Ia meninggal, Senin 11 September 2017.

13. Adiman bin Pang Ali (76) asal Seunagan Nagan Raya dari kloter 1. Ia meninggal disebabkan sesak napas, Selasa 11 September 2017.

14. Muhammad Harun Hanafi (63) asal Langsa. Sebelum meninggal, almarhum mengalami keluhan cardiovascular disease atau gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Meninggal, Rabu 13 September 2017.

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Banda Aceh, Aceh Utara, Aceh, Umum
www www