Pemberhentian Keuchik Krueng Batu Tunggu Kepulangan Bupati

Pemberhentian Keuchik Krueng Batu Tunggu Kepulangan Bupati
Ilustrasi
Kamis, 14 September 2017 16:48 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Pemkab Aceh Selatan hingga saat ini belum mengeluarkan sebuah keputusan resmi untuk menyelesaikan persoalan antara warga Gampong Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara dengan kepala desa (keuchik) setempat.

Hal itu disebabkan Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra sampai saat ini belum kembali sejak berangkat ke luar daerah dua pekan lalu.

Camat Kluet Utara, Zainal mengatakan, pasca digelar aksi massa Kamis (7/9/2017) lalu, rombongan pejabat Pemkab setempat yang dipimpin Asisten I Setdakab, Erwiandi telah turun ke Gampong Krueng Batu menemui masyarakat setempat.

Dalam pertemuan itu, telah disepakati, untuk menjalankan roda pemerintahan desa diserahkan sepenuhnya kepada sekretaris desa (Sekdes).

Ads
Sedangkan terkait dengan tuntutan masyarakat meminta agar Keuchik HT Albert Banta segera dicopot harus menunggu Bupati HT Sama Indra pulang. 

Jalan tengah menyerahkan tanggungjawab menjalankan roda pemerintahan desa kepada Sekdes, menurut Camat Kluet Utara, dipandang perlu agar tidak mengganggu pelayanan terhadap masyarakat setempat.

Soalnya, kondisi sekarang ini, seluruh anggota Tuha Peut dan perangkat gampong lainnya telah mengundurkan diri sebagai bagian dari aksi protes menuntut keuchik dicopot.

Sementara keputusan pemberhentian keuchik harus diputuskan oleh bupati. 

Sedangkan di sisi lain, sehari-hari masyarakat setempat membutuhkan pelayanan dari pemerintah gampong melalui perangkat-perangkatnya.

“Maka sebagai jalan tengah diputuskan, untuk menjalankan roda pemerintahan gampong diserahkan kepada Sekdes," kata Camat Kluet Utara, Zainal saat dihubungi wartawan dari Tapaktuan, Kamis (14/9/2017).

Camat berkata, pihaknya telah menempuh berbagai cara untuk menyelesaikan persoalan antara Keuchik HT Albert Banta dengan masyarakat setempat.

Bahkan, pihaknya bersama Muspika Kluet Utara telah pernah menawarkan solusi penyelesaian dengan cara membuat surat perjanjian yang ditandatangani Keuchik HT Albert Banta agar tidak mengulangi lagi perbuatannya sehingga menimbulkan ketersinggungan masyarakat.

Editor : Yudi
Kategori : Pemerintahan, Aceh Selatan
www www