Oknum PNS Aceh Selatan Terpidana Mesum Gagal Dicambuk

Oknum PNS Aceh Selatan Terpidana Mesum Gagal Dicambuk
Terpidana pelanggar syariat Islam berinisial KT dicambuk di halaman Masjid Darul Ihsan, Samadua, Selasa (12/9/2017).
Rabu, 13 September 2017 10:02 WIB
Penulis: Hendrik
TAPAKTUAN - Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemkab Aceh Selatan berinisial FD gagal dieksekusi hukuman cambuk, Selasa (12/9/2017). Pasalnya, berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter, tekanan darah yang bersangkutan tinggi.
 
 
Eksekusi hukuman cambuk terhadap tiga terpidana dalam dua perkara terpisah digelar Kejari Aceh Selatan bersama dinas terkait di halaman Masjid Darul Ihsan, Gampong Gadang Kasik Putih, Kecamatan Samadua sekitar pukul 14.30 WIB.
 
Ketiga terpidana tersebut telah dihadirkan oleh pihak Kejari Aceh Selatan ke lokasi eksekusi. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter, khusus terhadap Firdaus tidak dapat di eksekusi karena tidak di rekomendasikan oleh tim dokter.
 
Terpidana FD, warga Kecamatan Tapaktuan terbukti telah melakukan perbuatan mesum atau berdua-duaan dengan perempuan bukan muhrimnya di tempat sepi sehingga dijatuhi hukuman cambuk sebanyak 25 kali.
 
"Karena proses eksekusi cambuk terhadap FD tidak bisa digelar hari ini, maka eksekusinya akan diagendakan lagi pada waktu mendatang setelah kesehatannya benar-benar mendukung," kata Kasi Pidum Kejari Aceh Selatan, Zainul Arifin.
 
Sementara, pasangan FD berinisial KT selesai menjalani hukuman cambuk sebanyak 25 kali. Saat cambuk, KT yang tertunduk lesu di hadapan ratusan warga yang memadati halaman Masjid Darul Ihsan, dan dinyatakan bebas setelah menjalani eksekusi hukuman cambuk.
 
Prosesi eksekusi hukuman cambuk ini selain disaksikan ratusan warga juga di hadiri sejumlah pejabat Pemkab Aceh Selatan serta Wakil Ketua Majelis Hakim Mahkamah Syariah Tapaktuan, Ali Basyah. 
 
Dalam sambutannya, Ali Basyah mengatakan, berdasarkan qanun jinayat Nomor 6 Tahun 2014, pelaksanaan eksekusi hukuman cambuk sengaja di gelar ditempat umum dengan disaksikan ratusan warga agar dapat memberi efek jera bagi para pelaku pelanggar syariat islam. 
 
"Langkah ini bagian dari pembelajaran bagi masyarakat yang lain, agar mematuhi ajaran agama islam sesuai hukum syariat yang berlaku di Provinsi Aceh," tegasnya. 
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Aceh Selatan, Hukrim
www www