Home >  Berita >  Hukrim

Puluhan Pelanggar Syariat Islam Terjaring Razia di Aceh Selatan

Puluhan Pelanggar Syariat Islam Terjaring Razia di Aceh Selatan
Petugas WH Aceh Selatan memberikan pembinaan kepada remaja yang terjaring razia, Senin (11/9/2017).
Selasa, 12 September 2017 00:07 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Puluhan perempuan terduga pelanggar syariat Islam karena berpakaian ketat terjaring razia rutin yang digelar aparat gabungan terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Selatan, beserta personel Satlantas Polres setempat, Senin (11/9/2017) sore.

Selain kaum perempuan, dalam razia yang berlangsung di depan Kantor Satpol PP dan WH Aceh Selatan, Jalan T Ben Mahmud Tapaktuan itu, petugas juga menjaring beberapa pria karena kedapatan  memakai celana pendek.

Namun, setelah dibina mereka kemudian dilepas kembali.

Kepala Satpol PP dan WH Aceh Selatan, Rahmatnuddin mengatakan, razia gabungan yang selalu rutin digelar tersebut,  bertujuan untuk menegakkan syariat islam secara kaffah sesuai qanun jinayat yang telah berlaku di Provinsi Aceh.

Ads
Namun dalam kegiatan razia yang menyasar seluruh pelanggar syariat Islam bagi pengendara kendaraan bermotor di jalan raya tersebut, petugas hanya mendapati para laki-laki bercelana pendek dan perempuan berpakaian ketat.

Tidak ditemukan adanya kaum perempuan yang mengendarai kendaraan tidak memakai jilbab serta pengendara sepeda motor yang bukan muhrimnya berboncengan.

"Melalui kegiatan razia seperti ini, kita mengharapkan ke depannya tidak ditemukan lagi kaum pria dan wanita berpakaian ketat atau seksi yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Sebab sebagai daerah yang telah memberlakukan aturan syariat Islam, seluruh muslim di Aceh khususnya Aceh Selatan wajib hukumnya berpakaian sopan sesuai ajaran agama Islam," tutur Rahmatuddin.

Dalam razia kali ini, kata Rahmatudin, sebanyak 50 perempuan yang kedapatan berpakaian ketat termasuk beberapa laki-laki bercelana pendek hanya mendapat sanksi ringan yakni masih sebatas diberi peringatan.

Namun sebelum mereka diizinkan kembali ke rumah, terlebih dulu dilakukan pembinaan sekaligus menandatangani surat perjanjian untuk tidak mengulangi lagi.

"Untuk kali ini, mereka mendapat pembinaan, jika seandainya kedapatan lagi dalam razia berikutnya, maka petugas akan mengambil tindakan tegas sesuai qanun yang berlaku," ujarnya. 

Editor : Yudi
Kategori : Hukrim, Aceh Selatan
www www