Home >  Berita >  Simeulue

Empat Plasma Nutfah Aceh Didaftarkan ke FAO PBB

Empat Plasma Nutfah Aceh Didaftarkan ke FAO PBB
Ilustrasi--sapai aceh. [Foto bptu-hptindrapuri.com]
Selasa, 12 September 2017 16:15 WIB
Penulis: T Musnizar

BLANG PIDIE – Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Peternakan Provinsi telah mendaftarkan empat sumber daya plasma nutfah asli Aceh. Plasma nutfah hewan ternak yang didaftarkan ke badan dunia yang menangani pangan dan pertanian itu yakni sapi aceh, kerbau gayo, kerbau simeulue, dan kuda gayo.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Aceh, Zulyazaini Yahya kepada awak media di sela-sela kegiatan upaya khusus (upsus) sapi wajib bunting (siwab) di Kecamatan Lembah Sabil, Selasa (12/9/2017) mengatakan, empat jenis hewan ternak asli Aceh itu telah didaftarkan ke Food and Agriculture Organizatin (FAO) karena Aceh memiliki sumber daya plasma nutfah yang lengkap.

Disebutkannya, didaftarkannya empat hewan ternak asli Aceh itu untuk mendapatkan pengakuan (hak paten) milik Pemerintah Aceh. "Komoditi ini harus kita jaga sama-sama kelestarianya,” harap Zulyazaini.

Untuk mendukung upaya itu, lanjut Zulyazaini, Pemerintah Aceh telah membangun laboratorium khusus untuk prosesing semen beku (straw) di daerah Saree, Kabupaten Aceh Besar, untuk cikal bakal pelestarian dan pemurnian sapi Aceh. “Pemprov Aceh tahun ini diberi tugas oleh Pemerintah Pusat untuk bisa melakukan inseminasi buatan (IB) pada 105.000 ekor sapi maupun kerbau dalam menjalankan program Upsus Siwab,” sebutnya.

Ads
Diakui Zulyazaini, tugas yang diberikan Pemerintah Pusat itu merupakan tugas berat, dikarenakan, hingga hari ini hanya 26 ribu ekor hewan ternak yang sudah yang sudah dilakukan inseminasi buatan. “Atas dasar itulah, kami menggerakkan semua petugas mengajak seluruh peternak untuk mengikuti program Siwab ini," jelasnya. 

Pada kesempatan itu, Zulyazaini juga menyebutkan, saat ini masyarakat Aceh telah lupa dengan komoditi unggulan yang telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan rakyat dimasa lalu. “Saya mohon pada seluruh kepala daerah untuk mendukung penambahan populasi kerbau dan sapi. Agar, komoditi unggulan ini dapat kembali berkembang,” pungkasnya.

Dilansir Wikipedia, FAO adalah Organisasi Pangan dan Pertanian berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bermarkas di Roma, Italia. FAO bertujuan untuk menaikkan tingkat nutrisi dan taraf hidup; meningkatkan produksi, proses, pemasaran dan penyaluran produk pangan dan pertanian; mempromosikan pembangunan di pedesaan; dan melenyapkan kelaparan. 

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Simeulue, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Barat Daya, Aceh, Ekonomi
www www