Penelitian Hubungan Manyak Payed dengan Majapahit Diseminarkan

Penelitian Hubungan Manyak Payed dengan Majapahit Diseminarkan
Seminar tentang hubungan sejarah Manyak Payed Aceh Tamiang dengan Kerajan Majapahit, 6 September lalu
Jum'at, 08 September 2017 08:03 WIB
Penulis: Suparmin

KUALASIMPANG - Dalam mengungkap kepastian sejarah kisah pasukan Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit pernah menyerang kerajaan di Aceh Tamiang terus dilakukan penelitian.

"Untuk mengetahui sejarah pasukan Kerajaan Majapahit di Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang masih membutuhkan waktu sangat panjang," terang seorang peneliti dari Balai Arkeologi Medan, Lucas Partanda Koestoro.

Dia berharap, dari penelitian yang dilakukannya dapat membuahkan hasil positif. Namun sejauh ini kata Lucas, pihaknya belum ada menemukan jejak yang membuktikan sebagai barang temuan peninggalan pasukan Majapahit pernah memasuki Manyak Payed.

"Kami memang berharap, nama Manyak Payed ini benar-benar memiliki hubungan erat dengan nama besar Majapahit," ungkapnya saat seminar sehari bertajuk "Kajian Arkeologi Sejarah Pasukan Majapahit di Kampung Masjid Kecamatan Manyak Payed".

Sebelum melakukan seminar ini, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang bekerja sama dengan Balai Arkeologi (Balar) Medan melakukan penelitian di Kampung Masjid Kecamatan Manyak Payed selama 10 hari sejak 21 hingga 30 Agustus 2017.

Hasil dari penelitian kemudian dipaparkan dalam seminar sehari pada 6 September 2017 di Gedung SKB. Seminar itu diisi Lucas Partanda Koestoro Balar Medan dan moderator Teungku Muhammad Sahudra, dosen dari Universitas Samudra (Unsam).

Disebutkan Lucas, dalam melakukan penelitian di sejumlah titik di daerah Manyak Payed, pihaknya masih menemukan petunjuk. Petunjuk itu menurut hasil laboratorium masih berusia sekitar 300 sampai 400 tahun, tentunya masih jauh lebih muda dari usia masa kejayaan Majapahit.

Ketua pelaksana seminar, Elisa kepada GoAceh mengatakan, tujuan dari kegiatan yang melibatkan 100 orang dari kalangan dosen, mahasiswa, guru sejarah dan siswa untuk memaparkan hasil penelitian arkeologis dan historis Manyak Payed.

Sementara itu, Muhammad Sahudra berharap ke depannya penelitian itu agar dilanjutkan dan didukung sepenuhnya baik dari pemerintah dan masyarakat.

"Hal ini perlu dilakukan secara berkesinambungan untuk mengumpulkan data-data dari peninggalan sejarah agar kita dapat mengetahui sejarah dan peradaban Tamiang," saran Sahudra. 
 
 
Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Aceh Tamiang, Pendidikan
wwwwww