Home >  Berita >  Banda Aceh

Dua Jemaah Calon Haji Aceh Meninggal akan Dibadalhajikan

Dua Jemaah Calon Haji Aceh Meninggal akan Dibadalhajikan
Jemaah calon haji asal Banda Aceh, almarhumah Nurhayati (baju biru)
Selasa, 29 Agustus 2017 10:02 WIB

BANDA ACEH - Sebanyak 4.463 jemaah calon haji (JCH) Embarkasi Aceh telah tiba semuanya di Makkah, sejak Sabtu (26/8/2017) siang. Dari jumlah tersebut dua di antaranya meninggal dunia, namun tetap dibadalhajikan.

Dua JCH Aceh meninggal dunia sebelum puncak haji adalah Muslimah binti Haji Ismail Yusuf (58), manifes 207. Jamaah kloter 10 ini, bernomor paspor B6536761. Almarhumah ini beralamat di Gampong Lueng Guci Rumpong, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie.

Almarhumah meninggal Jumat (25/8) dini hari sekitar pukul 22.00 WAS atau Sabtu (26/8) sekitar pukul 01.00 WIB, satu jam jelang mendarat di Jeddah.

Lalu enam jam kemudian, meninggal Nurhayati binti Muhammad Idris (40), di Makkah. Almarhumah Nurhayati beralamat di Jalan Tgk Daudsyah Nomor 101 Peunayong Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, manifest 201.

Ads
“Almarhum Nurhayati meninggal di Rumah Sakit Faisal Makkah, Arab Saudi, Sabtu, 26 Agustus 2017 pukul 04.35 WAS atau sekitar pukul 08.00 WIB. Almarhumah dimakamkan di Syara’i Makkah,” jelas Koordinator Keprotokolan dan Humas Pembantu Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPPIH) Embarkasi Aceh, Rusli.

Nurhayati yang bernomor paspor Paspor B6534131 ini, meninggal dunia karena sakit dengan diagnose chronic renal failure ditambah DM type 2 dan hipertensi. Kediaman almarhumah di kawasan pertokoan, penjualan sparepart dan service mobil ini, kelihatan tutup dalam rangka berkabung.

Menurut dara kemenag.go.id, seluruh jamaah haji Indonesia sudah diberangkatkan ke Arab Saudi. Total ada 512 kloter dengan 203.065 jemaah yang saat ini di Tanah Suci. Sebagian di antaranya ada yang meninggal.

Bahkan ada juga yang meninggal sejak di Tanah Air. Lantas, bagaimana ibadah haji para jemaah yang meninggal di embarkasi dan Tanah Air. Kepala Bidang Bimbingan Ibadah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Endang Jumali menjelaskan setiap jemaah yang meninggal di embarkasi dan Tanah Suci sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah akan dibadalhajikan.

Bahkan, tidak hanya yang wafat, jemaah yang sakit parah dan menurut medis tidak diharapkan kesembuhannya, bergantung dengan alat, serta mengalami gangguan jiwa juga akan dibadalhajikan.

Sampai hari ini, tercatat ada 151 jamaah yang akan dibadalhajikan, terdiri dari badal wafat dan badal hidup. Badal wafat terdiri dari 15 jamaah yang meninggal di Embarkasi Tanah Air dan 109 meninggal di Arab Saudi.

Sedangkan badal hidup terdiri dari 3 jamaah dirawat di RS Jeddah, 7 di RS Madinah, dan 17 di KKHI Makkah. Jumlah ini bisa berubah sesuai dengan update jamaah haji wafat sampai dengan menjelang puncak haji, wukuf di Arafah.

Saat ini, sudah ada hampir 170 calon petugas badal haji yang mendaftar. Mereka akan diseleksi dan dipilih sesuai kebutuhan berdasarkan data terakhir jamaah haji yang akan dibadalhajikan.

Editor : Kamal Usandi
Sumber : Kemenag Aceh
Kategori : Banda Aceh, Pidie, Aceh, Umum
www www