Abu Khaidir Ajak Bangun Aceh Dengan Zakat

Abu Khaidir Ajak Bangun Aceh Dengan Zakat
Abu Khaidir Pasee bersama sahabatnya saat berziarah ke Makam Sultan Malikussaleh, Kamis (17/8/2017) kemarin. [Ist]
Jum'at, 18 Agustus 2017 17:40 WIB

LHOKSUKON - Mantan juru kampanye (Jurkam) Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Abu Khaidir Pasee mengajak semua kalangan baik legislatif maupun eksekutif untuk bersama-sama membangun Aceh dengan zakat. Hal tersebut diyakini akan membuat Aceh kedepannya lebih maju.

Menurut Abu Khaidir Pasee, membangun Aceh dengan zakat adalah hal yang sangat cocok dilakukan untuk memakmurkan rakyat dan menuntaskan persoalan kemiskinan secara rasional di provinsi itu. Setidaknya, kata Abu Khaidir Pasee, dengan zakat ini, Aceh kedepan tidak lagi bergantung pada sumber-sumber anggaran lainnya.

"Aceh akan maju dengan zakat, tentunya nanti bisa mengurangi beban dari anggaran-anggaran lain. Maka orang-orang dewan di DPRA mari duduk bermusyawarah bagaimana membangun Aceh dengan zakat supaya persoalan rumah dhuafa, fakir miskin dan lainnya bisa terselesaikan dengan zakat ini," kata Abu Khaidir Pasee kepada GoAceh di Lhokseumawe, Jumat (18/8/2017).

Abu Khaidir Pasee mengatakan, Provinsi Aceh dikenal sebagai daerah yang menegakkan syariat Islam yang Ukhwah dan diakui negara-negara lain seperti Turki dan beberapa negara lainnya. Untuk itulah Abu Khaidir Pasee mengajak semua petinggi-petinggi di Aceh untuk memanfaatkan zakat untuk pembangunan Aceh lebih maju.

Ads
"Mengapa di Jakarta dana haji bisa diwacanakan untuk pembangunan. Kita di Aceh kan bisa juga. Ini saya rasa sangat tepat, apalagi di Aceh traffick kemiskinan meningkat dan pengemis di mana-mana bertambah kita lihat. Aceh memang modern tapi kemajuan tidak ada," ujarnya didampingi Haji Ali.

Di samping itu, Abu Khaidir Pasee juga turut prihatin sejauh ini adanya makam-makam pahlawan dan para syuhada yang ada di Aceh belum terpugar dengan baik. Salah satunya adalah Makam Sultan Malikussaleh di Gampong Beuringin, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Di sela-sela perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 RI, Abu Khaidir bersama sejumlah rekannya menyempatkan diri untuk berkunjung ke Makam Sultan Malikussaleh dalam rangka berdoa dan berziarah bersama temannya.

"Saya lihat di komplek makam, bangunan sudah tidak layak lagi. Padahal pengunjung banyak. Ada yang datang dari luar, turis tapi oleh-olehnya mana. Seperti di makam Sultan Hasanuddin Banten ada oleh-oleh buah tasbih. Di sini belum ada seperti itu. Mari kita pugar sebagai bukti kita menjaga objek-objek sejarah pahlawan," kata Abu Khaidir.

Ia meminta dinas terkait agar turut mengalokasikan anggaran untuk pemugaran makam itu. Karena, lanjutnya, sejarah telah mencatat Sultan Malikussaleh sebagai raja pertama Kerajaan Samudra Pasai yang pernah menyebarkan Islam di Asia Tenggara sekitar tahun 1270-1297 Masehi.

"Dulu di makam itu menjadi tempat Peusijuek senjata GAM, tapi sekarang tidak kita merawat. Pemerintah harus membuka mata melihat kondisi makam ini," pungkas Abu Khaidir.

Lebih jauh Abu Khaidri Pasee menuturkan, menyangkut soal kondisi Aceh saat ini, ia berharap semua elemen bersatu hati, saling bahu-membahu membangun Aceh. "Bapak Gubernur Irwandi orangnya baik, tidak dendam. Ia akan merangkul semua masyarakat Aceh untuk bersatu. Pak Irwandi orangnya bijaksana," imbuhnya lagi.

InsyaAllah, sambung Abu Khaidir Pasee, kedepannya Gubernur Irwandi Yusuf dan Wakil Gubernur Nova Iriansyah akan meningkatkan kualitas pada sektor pendidikan, kesehatan, pertanian dan beberapa sektor lainnya akan dikembangkan.

Begitu juga dengan hasil bumi. Di sini, Abu Khaidir juga meyakini Gubernur Irwandi akan mampu membuat ekonomi Aceh lebih baik lagi melalui adanya investasi dari investor-investor asing yang menanam investasi di daerah berjulukan Seuramoe Meukkah ini.

wwwwww