Polisi Ciduk Terduga Pengedar Sabu di Gampong Air Berudang

Polisi Ciduk Terduga Pengedar Sabu di Gampong Air Berudang
Tersangka pengedar sabu yang diciduk tim gabungan, Kamis (17/8/2017).
Kamis, 17 Agustus 2017 17:48 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Tim gabungan personel Polres dan BNNK Aceh Selatan berhasil menciduk satu orang terduga pengedar narkotika jenis sabu-sabu berinisial RZ (25) di rumahnya di Gampong Air Berudang, Kecamatan Tapaktuan, Kamis (17/8/2017) sekitar pukul 01.00 WIB dinihari.

Hasil penggeledahan rumah tersangka, polisi berhasil mengamankan satu paket sabu-sabu ukuran kecil seberat 0,16 gram, satu buah timbangan, alat penghisap, korek api dan sejumlah plastik warna bening ukuran kecil.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi yang dikonfirmasi melalui Kasatres Narkoba, Iptu Marjuli mengatakan, keberadaan tersangka yang selama ini aktif mengedarkan sabu-sabu di rumahnya, diperoleh polisi dari laporan masyarakat.

"Masyarakat mengaku sudah resah melihat gerak-gerik tersangka bersama teman-temannya selama ini. Sebab, rumah tersangka yang kerap didatangi orang-orang luar sering menimbulkan suara keributan sehingga mengusik ketenangan warga," kata Iptu Marjuli.

Ads
Menindaklanjuti laporan dari masyarakat tersebut, kemudian Polres Aceh Selatan menurunkan tim gabungan yang terdiri dari personel Satres Narkoba, Satreskrim dan Sat Intelkam serta beberapa personel BNNK Aceh Selatan.

"Anggota langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka RZ pada Kamis dinihari. Setelah diinterogasi beberapa saat, kemudian anggota melakukan penggeledahan rumah tersangka hingga berhasil menemukan barang bukti tersebut," ungkap Iptu Marjuli.

Tersangka bersama barang bukti, kata Iptu Marjuli, pada malam itu juga langsung dibawa ke Mapolres Aceh Selatan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Pihaknya terus melakukan pendalaman dan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan pemasok sabu-sabu kepada tersangka termasuk kepada siapa saja selama ini paket sabu-sabu diperjualbelikan oleh tersangka.

"Dari sejak tadi malam sampai saat ini, anggota masih berada di lapangan untuk mengejar sel-sel jaringan yang terkait dengan tersangka," tegasnya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 112 dan 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

Dalam kesempatan itu, Marjuli mengimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat di daerah itu agar pro-aktif secara bersama-sama dengan petugas untuk saling bekerja sama yakni saling bertukar informasi jika merasa ada keanehan atau kejanggalan yang diduga kuat terkait dengan peredaran atau penyalahgunaan narkotika di sekitar tempat tinggalnya masing-masing. 

Untuk mencegah masyarakat khususnya para generasi muda terjerat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba, tidak mungkin mampu diatasi oleh pihak aparat polisi dan BNNK saja. Melainkan butuh kerja smaa dengan masyarakat luas.

“Karena itu, kami meminta kepada masyarakat agar jangan segan atau takut untuk segera melaporkannya kepada petugas, demi untuk menyelamatkan para generasi muda kita dari kehancuran," tandasnya. 

Editor : Yudi
Kategori : Aceh Selatan, Peristiwa
www www