Sangat Disayangkan, Rumah Duafa di Abdya Bukan Untuk yang Berhak

Sangat Disayangkan, Rumah Duafa di Abdya Bukan Untuk yang Berhak
Kapolsek Manggeng, Iptu Sunardi Yahmin saat menyambangi rumah Aisyah.
Kamis, 10 Agustus 2017 14:03 WIB
Penulis: T Musnizar

BLANG PIDIE – Bantuan rumah duafa yang sekarang disebut Rumah Sehat Sederhana (RSS) yang dibangun Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ternyata tidak sepenuhnya diperuntukkan bagi yang benar-benar berhak. Salah satu contoh, dari ribuan RSS yang sudah dibangun, Aisyah luput dari perhatian.

Aisyah (45) warga Gampong Seunulop, Kecamatan Manggeng, kabupaten setempat luput dari mata penguasa di wilayah itu.

Baca: Tempati Rumah Duafa, Warga Abdya Diminta Pindah

Kepada GoAceh, Kamis (10/8/2017), Aisyah bercerita sejak ditinggal pergi suaminya ke Malaysia, kehidupan sehari-hari bersama ketiga anaknya sangat terbatas.Pasalnya, Aisyah yang hidup bersama tiga orang anaknya masih “bahagia” menempati rumah reot beralas tanah dan beratap rumbia di antara ribuan rumah duafa yang dibangun pemerintah dari uang rakyat.

Ads
Bukan hanya rumah, untuk makan saja terkadang Aisyah terpaksa makan seadanya. Masalah gizi, sudah pasti terlewatkan.

Aisyah melanjutkan, jangankan untuk merehab rumah, untuk makan sehari hari saja, dirinya masih serba kekurangan dengan anak-anak masih sekolah.

“Suami bekerja di Malaysia yang hanya mampu mengirim belanja seadanya,” tuturnya.

Anehnya, menurut keterangan Aisyah, rumah reotnya itu sudah cukup banyak yang datang untuk mengambil foto dengan janji  akan merehab atau memberikan bantuan rumah.

Baca: Pidie Butuh 300 Rumah Duafa Setiap Tahun

“Tetapi mereka datang hanya untuk foto-foto saja, sejak anak saya kecil sampai berumur 16 tahun tidak ada tanda-tanda rumah saya akan dibangun,” sebut Aisyah.

Sangat disayangkan memang, Aisyah warga yang berhak menerima bantuan pemerintah justru masih tinggal bersama dengan tiga anaknya di rumah reot yang terabaikan belasan tahun lamanya.

Padahal, bantuan rumah di Kabupaten Abdya cukup banyak hingga mencapai ribuan lebih.

“Kami sangat membutuhkan rumah, karena rumah kami ini sekarang atapnya sudah bocor dan dindingnya bolong-bolong,” ucapnya.

Baca: Di Bireuen ADD Diperbolehkan Merehab Rumah Kaum Duafa

Editor : Yudi
Kategori : Aceh Barat Daya, Umum
www www