Warga Aceh Barat Daya Keluhkan Kualitas Raskin

Warga Aceh Barat Daya Keluhkan Kualitas Raskin
Ilustrasi. [Foto Istimewa]
Rabu, 09 Agustus 2017 11:04 WIB
Penulis: T Musnizar

BLANG PIDIE - Warga dari sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluhkan kondisi beras sejahtera (rastra) yang dinilai tidak layak konsumsi. Pasalnya, rastra atau raskin diterima warga itu kondisinya bau busuk, kotor, berdedak, bahkan sudah berlumut.

Adnan salah seorang warga gampong Keude Paya Kecamatan Blangidie mengaku kecewa dengan kondisi beras tersebut. Menurutnya, raskin kali ini kondisinya sangat memprihatinkan. “Jangankan untuk kita konsumsi, rasanya untuk ternak pun tak layak,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatanya, jika raskin itu tetap dikonsumsi oleh warga dapat dipastikan masyarakat yang mengkonsumsinya akan menderita penyakit. “Karena terpaksa, sebagian masyarakat miskin tetap memasaknya untuk makan setelah dilakukan berbagai upaya pembersihan,” imbuh Adnan.

Dari informasi lain yang didapatkaan GoAceh, raskin yang dinilai tidak layak konsumsi itu juga dikeluhkan sebagian masyarakat Kecamatan Susoh, Setia serta Tangan-Tangan.  “Sangat kita sesalkan, raskin itu untuk masyarakat, untuk manusia tapi kondisinya sangat mengkawatirkan,” tegas Effendi warga Kecamatan Susoh.

Ads
Kepala Perum Bulog Subdivre Blangpidie, Armia kepada sejumlah awak media menegaskan, pihaknya siap menggantikan beras rastra yang tidak layak diterima masyarakat apabila mutu dan kualitasnya kurang baik untuk dikonsumsi.

"Apabila beras rastra yang diterima oleh masyarakat kualitasnya kurang baik untuk dikonsumsi maka segera laporkan ke Bulog untuk diganti dengan beras yang kualitasnya baik," tegas Armia.

Armia Darsah mengakui bahwa selama ini pihaknya banyak mendengar keluhan dari masyarakat terkait beras Bulog yang tidak layak dikonsumsi. "Kami banyak mendengar masyarakat yang selalu keluhkan masalah mutu beras, yang pastinya akan kita ganti bila dilaporkan," ujarnya.

Beras Bulog yang disalurkan selama ini, kata dia, didatangkan dari luar Abdya dikarenakan stok beras untuk persediaan penyaluran tidak memadai serta kondisi itu juga bisa disebabkan faktor menyimpanan yang terlalu lama digudang.

“Kita selalu mengkroscek kualitas dan mutu beras, namun jikapun kedapatan yang kurang layak itu merupakan kesilapan dari petugas penyaluran pihak kami,” aku Armia.

Pada kesempatan itu, Armi mengharakan kepada warga yang mendapatkan beras tidak layak konsumsi langsung dilaporkan ke pihaknya untuk diganti dengan beras yang kualitasnya baik. "Kalau satu karung yang jelek, dikembalikan saja ke bulog, kita akan ganti satu karung dengan kualitas baik," tuntasnya.

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Aceh Barat Daya, Ekonomi
www www