Puluhan Guru Muara Tiga Kembali Datangi DPRK Pidie

Puluhan Guru Muara Tiga Kembali Datangi DPRK Pidie
Puluhan guru dari Kecamatan Muara Tiga beraudiensi ke Gedung DPRK Pidie, Selasa (8/8/2017). [Amiruddin]
Selasa, 08 Agustus 2017 12:02 WIB
Penulis: Amiruddin
SIGLI - Sejumlah guru honor dari Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, kembali mendatangi gedung DPRK setempat, Selasa (8/8/2017). Kedatangan para guru ini beralasan tidak puasa dengan jawaban pihak Kepala Dinas Pendidikan terhadap persoalan tes guru kontrak terpencil di Muara Tiga.
 
Pantauan GoAceh, guru honorer tersebut khususnya perempuan yang mendatangi gedung dewan dan mereka disambut oleh Ketua Komisi E Khairil Syahrial beserta anggotanya. Bahkan pada pertemuan itu juga hadir Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Sulaiman dan Sekertaris Dinas Pendidikan Ismed.
 
Wakil Kepala SD Negeri 2 Kalee, Kecamatan Muara Tiga, Nasruddin dalam pertemuan itu mengatakan, yang lulus tes itu belum tentu semua menguasai IT, sehingga tesnya sangat tidak masuk akal dan tidak transparan.
 
Seharusnya kata Nasruddin, dari persyaratan saja sudah tidak sesuai aturan, kata diprioritaskan warga Kecamatan Muara Tiga, akan tetapi ada warga luar yang lulus tes. "Saya berpikir dari mana yang bersangkutan masuk tes," tegasnya.
 
Kemudian kata Nasruddin dan sejumlah guru lainnya, yang tidak memiliki NUPTK juga tidak dibenarkan ikut tes. Akan tetapi banyak peserta yang tidak memiliki NUPTK banyak yang lulus tes dan itu yang dipertanyakan para guru honorer tersebut.
 
Sebab sebelumnya kata Nasruddin pihaknya sudah pernah mendatangi DPRK juga akan tetapi belum bisa menyelesaikan persoalan tersebut. "Hari ini kami datang ingin menuntut keadilan terhadap pemerintah," paparnya.
 
Sementara itu Ketua Komisi E DPRK Pidie, Khairil Syahrial dalam pertemuan itu meminta kepada guru honorer yang sudah mengikuti tes tidak lulus, jika ada bukti yang lulus tanpa NUPTK segera melaporkan ke dewan. "Jika terbukti yang lulus tes itu curang maka komisi E akan meminta Dinas Pendidikan untuk mencabut kembali kelulusan tersebut," ucapnya.
 
Namun kata Khairil, guru yang datang ke DPRK harus bisa membuktikan apa yang sudah dituduhkan itu. Sebab tanpa bukti tidak bisa diambil tindakan tegas, artinya berbicara terhadap sesuatu persoalan harus ada pembuktian dan jika ada bukti kejahatan maka akan ditindak secara tegas sesuai aturan yang berlaku.
 
"Saya harap jangan asal tuduh tapi tolong kirim buktinya ke pihaknya agar bisa diproses dan saya tunggu sampai hari Senin (14/8/2017)," pintanya.
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : GoNews Group, Pendidikan, Pidie
www www