Home >  Berita >  Ekonomi

Musim Badai, Harga Ikan di Simeulue Meroket

Musim Badai, Harga Ikan di Simeulue Meroket
Suasana TPI Pajak Inpres Suka Karya Kecamatan Simeulue Timur, Minggu (6/8/2017). [Kirfan]
Minggu, 06 Agustus 2017 17:18 WIB
Penulis: Kirfan

SINABANG - Hujan dan badai yang melanda Kabupaten Simeulue, Aceh sejak sepekan terakhir ini, menyebabkan ratusan nelayan di pulau tersebut tidak melaut. Kondisi ini tentunya berakibat pada harga ikan yang dijual di pasaran mengalami kenaikan.

Kenyataan ini terlihat saat GoAceh meninjau langsung sebuah tempat pelelangan ikan (TPI) di Pajak Inpres Suka Karya Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue.

Banyak pembeli yang rata-rata ibu rumah tangga mengatakan, harga ikan yang dijual di tempat itu sangat mahal. 

"Wah, harga ikan sekarang mahal sekali, gak seperti biasanya, pahit kita makan ikan kalau harganya begini", kata seorang pembeli yang tidak mau menyebutkan namanya, Minggu (6/8/2017).

Ads
Amatan GoAceh, ikan yang dijual para pedagang ikan di TPI tersebut juga terlihat tidak banyak seperti hari-hari sebelumnya.

Hal ini menunjukan, kenaikan harga tersebut karena kurangnya hasil tangkapan ikan oleh para nelayan.

"Mahalnya harga ikan ini karena banyak nelayan tidak melaut, sehingga ikan yang dijual stoknya sedikit. Saya tadi mendapatkan Tongkol hanya beberapa ekor saja, itupun mahalnya minta ampun," kata seorang pedagang ikan, Amir.

Ikan yang dijual pedagang diperkirakan mengalami kenaikan harga hingga mencapai rata-rata 100 persen lebih.

Contohnya, harga ikan Tongkol yang biasanya Rp10 ribu satu ekor, sekarang dijual menjadi Rp30 ribu, ikan karang campur kecil, biasanya dijual dengan harga Rp30 ribu per kg, naik menjadi 60 ribu sekilo, ikan Bili dan Teri, sebelumnya masih dapat Rp10 ribu per tumpukan, sekarang naik menjadi Rp25 ribu.

Seorang nelayan Simeulue, Jal saat dihubungi GoAceh mengatakan, sudah 4 hari tidak turun melaut karena cuaca kurang baik.

"Sudah 4 hari tidak menangkap ikan, maklumlah, cuaca kurang bersahabat," katanya.

Editor : Yudi
Kategori : Ekonomi, Simeulue
www www