Home >  Berita >  Pendidikan

Tuntut Keadilan, Puluhan Guru Honor Datangi DPRK Pidie

Tuntut Keadilan, Puluhan Guru Honor Datangi DPRK Pidie
Puluhan guru honor mengadu ke DPRK Pidie, Kamis (3/8/2017). [Amiruddin]
Kamis, 03 Agustus 2017 14:18 WIB
Penulis: Amiruddin

SIGLI - Puluhan guru honor di Kecamatan Muara Tiga, Pidie, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat. Tujuannya, untuk mengadu terkait rasa ketidak adilan dalam perekrutan guru kontrak di daerah tersebut.

Saat tiba di gedung dewan, para guru tersebut diterima Ketua Komisi E DPRK Pidie, Khairil Syahrial dan anggota Syarifuddin.

Dalam pertemuan itu, sejumlah guru honorer meminta kepada wakil rakyat itu mau memperjuangkan aspirasi mereka.

Sementara itu, Wakil Kepala SD Negeri 2 Kalee, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, Nasruddin kepada wartawan, Kamis (3/8/2017) mengatakan,‎ mereka sengaja mengadu ke DPRK karena menilai proses rekrutmen guru kontrak daerah tingkat SD dan SMP terpencil dan  tes IT tidak beraturan.

Ads
Lanjut Nasruddin, anehnya lagi, saat ujian ada yang dikerjakan oleh suami atau saudara si peserta, padahal itu melanggar aturan.

“Namun mereka tetap lulus, 25 dari 50 peserta lulus sebagai guru kontrak, padahal mereka belum tentu bisa IT atau menguasai komputer,” ucapnya.

Kemudian, ada persyaratan dimana bagi guru honor yang tidak memiliki UNPTK atau yang masih mengajar di bawah 5 tahun tidak dibenarkan ikut tes.

Tetapi nyatanya, ada yang baru honor 6 bulan sudah lulus sebagai guru kontrak. Lalu syaratnya harus berijazah SI tapi ada juga yang DIII.

"Ini sungguh tidak adil dan kami minta untuk dilakukan tes ulang," tegas Nasruddin.

Sementara itu, Ketua Komisi E DPRK Pidie,  Khairil Syahrial kepada wartawan, Kamis (3/8/2017) mengatakan, tetap menampung aspirasi guru tersebut dan segera memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Sekda untuk mempertanyakan persoalan itu. 

“Pemkab Pidie tidak pernah memberitahu terkait tes penerimaan guru kontrak di Pidie, seharusnya persoalan tersebut diberitahukan kepada Komisi E DPRK Pidie,” ujar Khairil.

Menurutnya, jika benar apa yang disampaikan para guru honorer tersebut, pihaknya akan merekomendasi untuk dilakukan tes ulang.

“Kita akan minta kejelasan dari pemerintah terlebih dahulu," tandasnya.

Editor : Yudi
Kategori : Pendidikan, Pidie
www www