Polres Abdya: Setop Buka Lahan dengan Membakar Hutan

Polres Abdya: Setop Buka Lahan dengan Membakar Hutan
Personel Polsek Blangpidie dibantu warga memasangkan spanduk imbuan di areal hutan Gampong Keude Paya Kecamatan Blangpidie, Aceh Barat Daya, Jumat (28/7/2017). [T Musnizar].
Jum'at, 28 Juli 2017 13:02 WIB
Penulis: T Musnizar

BLANG PIDIE – Dalam upaya mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan, jajaran Polres Aceh Barat Daya (Abdya) mengimbau seluruh masyarakat dan perusahaan tak membuka lahan dengan cara membakar hutan. Imbauan itu disampaikan melalui sosialisasi langsung ke gampong-gampong.

“Salah satu cara mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan adalah dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Apalagi saat ini kita menghadapi musim kemarau, sehingga api bisa dengan cepat menyebar,” tegas Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan, melalui Kapolsek Blangpidie Iptu Karnofi kepada GoAceh, Jumat (28/7/2017).

Pihaknya meminta, apabila masyarakat melihat adanya titik api, secepatnya melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.

"Masyarakat yang membakar lahan akan dikenakan sanksi sesuai dengan Pasal 108 Pasal 69 Ayat (1) Huruf H UU Nomor 32 Tahun 2009 yaitu Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan,” tegas Iptu Karnofi.

Ads
Menurutnya, dalam pasal itu disebutkan, di mana setiap orang yang melakukan pembakaran lahan sebagaimana dimaksud akan dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

“Jadi jangan sembarangan membakar hutan, setiap pelaku akan mendapatkan sanksi sesuai undang-undang itu,” sebut Kapolsek Karnofi.

Ditambahkan, pihaknya terus melakukan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan cara meenggelar patroli rutin oleh petugas di setiap wilayah hukumnya dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kita turunkan personil untuk melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat,” ucap Kapolsek Karnofi.

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Aceh Barat Daya, Umum
www www