Home >  Berita >  Ekonomi

Ini Kata PT JEC Soal Perekrutan Puluhan Tenaga Kerja Luar Aceh

Ini Kata PT JEC Soal Perekrutan Puluhan Tenaga Kerja Luar Aceh
Ilustrasi. [Foto Istimewa]
Selasa, 25 Juli 2017 07:32 WIB
Penulis: Ilyas Ismail

IDI - Alasan PT JGC Indonesia - Encona Inti Industri Consortium (JEC), sebagai perusahaan kontraktor utama EPC 1 Blok A Medco, merekrut puluhan tenaga dari luar Aceh untuk percepatan progres yang diperkirakan mengalami keterlambatan selama tiga bulan kerja. 

Saat ini PT JEC  yang dipercayai untuk membangun fasilitas pemurnian gas yang lebih dikenal sebagai central processing plant (CPP) dengan kontrak hingga Maret 2018, telah memperkejakan sebanyak 1.400 orang tenaga kerja lokal.

Public Affair Rahmatul Fitriadi dalam siaran pers diterima GoAceh, Minggu (23/7/2017) menyebutlkan, PT JEC saat ini telah menyerap 70 persen tenaga lokal pada perjalanan proyet pembangunan CPP ini.

“Pihak kita telah mengakomodir 1.400 tenaga lokal yang bersumber dari seluruh Aceh, khususnya dari kecamatan dan desa di lingkar proyek,” kata Rahmatul.

Lanjutnya, dengan kontrak yang sedianya bersisa kurang dari tujuh bulan ke depan, PT JEC diharuskan melakukan percepatan-percepatan dalam mencapai progres sesuai amanah dari PT Medco E&P Malaka dan SKK Migas.

Ads
Dengan kondisi real di lapangan baik menyangkut kendala teknis maupun nonteknis, PT JEC mengalami keterlambatan (delay) secara keseluruhan selama tiga bulan kerja. 

“Hal ini menyebabkan JEC dengan terpaksa memutuskan kontrak dengan subkontraktor pekerjaan sipil yang sedianya ditangani oleh subkontraktor PT Pualam Bangun Cipta disebabkan ketidakmampuan perusahaan tersebut dalam mengejar progress seperti kesepakatan bersama,” jelasnya. 

Sambungnya, pemutusan kontrak tersebut akan diikuti dengan proses pemindahan sebahagian karyawan PT Pualam yang memiliki kecakapan ke profesionalitas di lapangan dengan catatan para pekerja tersebut dapat bekerja sesuai etos perusahan JEC Indonesia. 

“Untuk membantu proses percepatan dari progress pekerjaan sipil inilah, PT JEC mendatangkan para pekerja sipil profesional dari proyek JEC lainnya. Para pekerja sipil ini telah teruji kecakapannya di proyek JGC lainnya seperti proyek Donggi Sonoro, Sulawesi Tengah," katanya.

Pekerjaan sipil ini hanya berkisar 2-3 bulan sebelum masuk pekerjaan konstruksi lanjutan selayak pekerjaan, mekanical, pemipaan, elektrikal dan painting dan insulation. 

Rahmatul melanjutkan, tahapan pekerjaan yang saling terkait membuat keterlambatan pada tahap pekerjaan sipil berefek kepada keterlambatan berkelanjutan pada bagian konstruksi selanjutnya. “Bila saja pekerjaan sipil tidak segera dikerjakan maka dipastikan waktu penyelesaian proyek akan mengalami keterlambatan yang cukup lama,” katanya. 

Setelah mendapat persetujuan dari pihak perusahaan pengelola Blok A, maka PT JEC, kata Rahmatul mendatangkan para pekerja berpengalaman tersebut untuk menyelesaikan progress pekerjaan.

“Sayangnya kedatangan para pekerja ini tidak di terima warga dan kemudian berakhir dengan pengembalian para tenaga kerja tersebut ke daerahnya masing-masing,” cetus Rahmatul. 

PT JEC tentunya tetap melanjutkan pekerjaan sipil yang tersisa walaupun hasilnya boleh jadi tidak seperti yang diharapkan bersama. 

“Komitmen untuk profesional dan selesai bekerja tepat waktu. Komitment menyerap tenaga kerja lokal tetap di junjung tinggi oleh pihak manajemen perusahaan walaupun di perjalanan project ini kadang kala keputusan yang diambil dapat memberi efek negatif dari penyelesaian proyek tepat waktu,” tutup Public Affair PT JEC, Rahmatul Fitriadi.

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Ekonomi, Aceh Timur
www www