Home >  Berita >  Umum

Ini Siklus Peredaran Sabu di Rutan Takengon

Ini Siklus Peredaran Sabu di Rutan Takengon
Barang bukti yang diamankan polisi setelah penggeledahan Rutan Kelas IIB Takengon kemarin. [Ist]
Senin, 24 Juli 2017 17:20 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
BANDA ACEH - Dari hasil pengembangan di lokasi, para tersangka mengakui bahwa barang bukti tersebut milik mereka, yakni Sar yang diperoleh dari Wan yang merupakan warga Kecamatan Peudada, Kabupatens Bireuen.
Hal ini dikatakan Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Direktur Dit Narkoba, Kombes Pol Agus Sartijo, Senin (24/7/2017). 

"Sabu dibeli seharga Rp14 juta. Kemudian, tersangka Sar menjual kembali barang haram tersebut kepada HG sebanyakdua bungkus besar seharga Rp16 juta," ujarnya kepada GoAceh.
 
Kemudian, HG menitipkan sabu tersebut kepada RM yang kemudian oleh RM disimpannya di lemari klinik Rutan tersebut. Selain menitipkan sabu ke RM, HG menerangkan dirinya juga menggunakan sabu bersama HE yang merupakan anggota Polri, di dalam kamar nomor 9 yang merupakan kamar hunian HG. 
 
"Tersangka HG juga meminta bantuan untuk mengirimkan uang sebesar Rp5 juta kepada Wan via transfer pada Sabtu (22/7/2017) sore," jelasnya.
 
 
Selain itu, sambungnya, HG juga mengaku menjual sabu kepada As sebanyak satu paket seharga Rp500 ribu. Selanjutnya, As menjualnya kembali ke Iin sebanyak satu paket seharga Rp200 ribu. 
 
"Tersangka Iin menjual kembali sabu tersebut kepada ZA dan digunakan bersama-sama dengan satu tersangka lainnya di kamar Blok Wanita," kata Kombes Pol Agus.
 
Selain itu, tersangka Sar juga menyimpan sabu dan ganja untuk digunakan sendiri. "Seluruh tersangka dan barang bukti kini diamankan di Mapolres Aceh Tengah guna proses lebih lanjut," tambah Direktur.
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Umum, Aceh Tengah
www www