Home >  Berita >  Banda Aceh

Diduga Menjual Satwa Liar Dilindungi, Warga Aceh Selatan Ditangkap

Diduga Menjual Satwa Liar Dilindungi, Warga Aceh Selatan Ditangkap
Direktur Dit Reskrimsus, Kombes Pol Armensyah Thay (tengah kiri) didampingi Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo (kiri), Kasubdit PID Humas, AKBP Sulaiman (tengah kanan) dan Kasubdit IV Tipidter, AKBP Erwan (kanan), dalam konferensi pers di Polda Aceh, Ka
Kamis, 20 Juli 2017 13:03 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

BANDA ACEH - ‎Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Aceh menangkap seorang warga berinisial AG (53), warga Tapaktuan, Aceh Selatan. Pria itu ditangkap atas dugaan memiliki dan menjual satwa liar dilindungi, Rabu (12/7/2017) lalu.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Direktur Dit Reskrim‎sus, Kombes Pol Armensyah Thay mengatakan, tersangka ditangkap di kawasan Gampong Batu Hitam, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan. Dari penangkapan itu diamankan barang bukti berupa sisik tringgiling sebanyak 4 kilogram dan lidah tringgiling sebanyak 29 buah.

"Selain itu, juga diamankan sebuah kepala beserta tanduk rusa, 2 ekor janin rusa yang diawetkan, 2 buah timbangan berwarna merah dan kuning serta sebuah cula badak," ujarnya kepada wartawan saat konferensi pers di Aula Dit Reskrimsus Polda Aceh, didampingi Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, Kasubdit PID Humas Polda Aceh, AKBP Sulaiman dan Kasubdit IV Tipidter, AKBP Erwan, Kamis (20/7/2017).
 
Dijelaskannya, penangkapan dilakukan personel Subdit IV Dit Reskrimsus Polda Aceh yang dipimpin Kasubdit IV Tipidter Dit Reskrimsus Polda Aceh, AKBP Erwan, yang sebelumnya memperoleh informasi dari masyarakat bahwa di kawasan Aceh Selatan ada seorang pria yang menjual dan membeli tringgiling.
 
"Setelah memperoleh informasi tersebut, personel langsung menyelidiki dan mengecek, ternyata benar yang bersangkutan menjual dan membeli tringgiling atau sisiknya," kata Kombes Pol Armensyah Thay.
 
Personel di lapangan kemudian melakukan penyamaran sebagai pembeli yang memesan sisik tringgiling‎ beserta jenis satwa lainnya kepada tersangka. Saat mendatangi rumah tersangka, polisi langsung menangkap dan mengamankan seluruh barang bukti yang ada di rumahnya tersebut.
 
"Dari pengakuannya, pelaku mendapatkan tringgiling dengan cara membeli dari masyarakat yang mendapatkan tringgiling‎. Jika tringgiling sudah mati pelaku tinggal mengambil sisik dan lidahnya dan jika masih hidup pelaku membunuhnya yang selanjutnya mengambil sisik dan lidahnya," jelas Direktur.
 
Lidah dan sisik yang diambil, sambung mantan Kepala BNNP Aceh ini, selanjutnya dijemur oleh pelaku hingga kering. "Sedangkan bagian dagingnya sebagian dikonsumsi oleh pelaku, sisik dan lidah yang telah kering baru dijualnya," ungkapnya.
 
Kasubdit IV Tipidter Dit Reskrimsus Polda Aceh, AKBP Erwan menambahkan, harga jual sisik tringgiling mencapai Rp 2 hingga 4 juta per kilogramnya. Sementara cula badak, janin rusa dan kepala beserta tanduk rusa yang diamankan di rumah pelaku milik tersangka lain yang kini masih buron‎ yang dibantu pelaku untuk dijual.
 
"Pemilik cula badak, janin rusa dan kepala beserta tanduk rusa milik tersangka lainnya yang kini masih buron, pelaku hanya membantu menjualnya. Pelaku masih diamankan beserta barang bukti untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan. Ia diterapkan dengan Pasal ‎40 ayat 2 jo Pasal 21 ayat 2 huruf (a), (b) dan (d) UU RI Nomor 05 Tahun 1990 jo Pasal 55, 56 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," tambah AKBP Erwan.
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Banda Aceh, Aceh Selatan, Aceh, Umum
www www