Home >  Berita >  Umum

Abrasi Makin Parah di Aceh Selatan, Jalan, Rumah dan Kebun Terancam

Abrasi Makin Parah di Aceh Selatan, Jalan, Rumah dan Kebun Terancam
Sejumlah warga menunjukkan lokasi abrasi pantai yang semakin meluas di Ujong Pulo Cut, Bakongan Timur, Aceh Selatan, Senin (17/7/2017).
Senin, 17 Juli 2017 15:02 WIB
Penulis: Hendrik
TAPAKTUAN - Bencana abrasi di sepanjang pesisir pantai Gampong Ujong Pulo Cut, Kecamatan Bakongan Timur (Bakotim), Kabupaten Aceh Selatan semakin parah.
 
Kondisi sekarang ini, ombak laut yang secara terus menerus menghantam bibir pantai sejak beberapa bulan terakhir telah mengakibatkan abrasi pantai terus meluas. 

Akibatnya, tidak hanya mengancam keberadaan puluhan hektare kebun sawit milik warga setempat. Tapi juga telah mengancam bakal ambruknya puluhan rumah penduduk yang berada disepanjang bibir pantai. Bahkan badan jalan negara lintasan nasional Tapaktuan-Medan yang berada tidak jauh dari bibir pantai juga bakal terancam ambruk ke dasar laut. 

Rean Agari, warga Ujung Pulo Cut kepada wartawan di Tapaktuan, Senin (17/7/2017) mengatakan, masyarakat setempat cukup khawatir akibat abrasi yang semakin meluas.
 
Sebab, menurutnya, bukan hanya kebun kelapa warga yang terancam, namun puluhan rumah penduduk dan badan jalan nasional juga ikut terancam.
 
“Kami berharap kepada pemerintah untuk segera membangun tanggul pemecah ombak di sepanjang pantai. Sebab hanya dengan cara itu abrasi dapat dicegah supaya tidak semakin meluas,” kata Rean Agari. 
 
Dia menambahkan, akibat semakin parahnya terjadi bencana abrasi tersebut, juga telah mengancam lahan perkebunan warga seluas puluhan hektar yang berada di kawasan tepi pantai.
 
Menurutnya, semakin parahnya terjadi bencana abrasi di wilayah tersebut disebabkan karena kondisi cuaca di wilayah Aceh Selatan sejak beberapa bulan terakhir sedang tidak mendukung yang ditandai dengan tingginya curah hujan disertai badai.
  
"Dalam beberapa bulan ini kondisi cuaca tidak menentu yang berakibat buruk bagi daerah pesisir, khususnya di Gampong Ujung Pulo Cut. Masyarakat khawatir abrasi ini akan meluas dan menambah kerugian masyarakat yang memiliki kebun kelapa sawit di daerah pesisir pantai," ujarnya.
 
Pihaknya mengaku sudah melaporkan persoalan tersebut kepada pihak terkait dijajaran Pemkab Aceh Selatan supaya segera di cari  solusi penyelesaian yang konkrit agar tidak menambah kerugian bagi masyarakat.

Sementara itu, Keuchik Ujong Pulo Cut Junaidi yang dikonfirmasi terpisah mengatakan masyarakat sangat resah dengan ancaman abrasi yang kian meluas. Dia juga berharap pemerintah bisa segera mencari solusi.
 
“Ada sekitar 50 kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya dari kebun kelapa sawit. Karenanya kita sangat berharap kepada pemerintah untuk membangun tanggul pengaman pantai di sepanjang pesisir laut Gampong Ujung Pulo Cut,” harapnya.
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Umum, Aceh Selatan
www www