Home >  Berita >  Ekonomi

Harga Sawit di Subulussalam Turun, Petani Risau

Harga Sawit di Subulussalam Turun, Petani Risau
Petani hendak menjualkan sawit hasil kebunnya [Wahda]
Minggu, 16 Juli 2017 11:17 WIB
Penulis: Wahda

SUBULUSSALAM – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kota Subulussalam kembali turun menjadi Rp1.120 per kilogram di tingkat petani. Harga sebelumnya berkisar Rp1.350 per kilogram. Kondisi berlangsung pascalebaran lalu, akibatnya ribuan petani mengeluh lantaran pendapatan mereka menurun.

“Turun lagi sekarang, harga kelapa sawit setelah lebaran. Kemarin saya menjual kepada agen pengumpul harga Rp1.120,” kata seorang petani sawit di Gampong Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Umar Barat, Minggu (14/7/2017).

Petani mengaku tidak mengetahui penyebab anjloknya harga buah sawit hingga Rp230 per kilogramnya. “Saya menjual sama agen pengumpul, kata mereka sawit anjlok. Harga di tingkat pabrik juga turun,” kata umar Barat.

Menurutnya, harga TBS turun berdampak pada kondisi ekonomi petani. Apalagi mayoritas sumber mata pencarian masyarakat di Subulussalam berasal dari usaha perkebunan kelapa sawit. “Saat ini hasil produksi TBS lumayan, tetapi harga sawit turun. Tidak sesuai lagi untuk biaya perawatan dan hasilnya,” keluhnya.

Ads
Hal senada juga disampaikan Junaidi, salah satu petani di Gampong Muara Batu-Batu , Kecamatan Rundeng. Pada bulan puasa lalu, katanya, harga TBS kelapa sawit Rp1.300 per kilogram.  “Panen sawit hasilnya untuk belanja kebutuhan dapur. Jika harga sawit semakin rendah, kami mau belanja pakai apa, selama ini bergantung dari usaha sawit,” katanya.

Sementara itu harga TBS di tingkat pabrik berdasarkan informasi yang disediakan Subulussalam Data Aplication (SaDA) yang dikelola bagian Ekonomi Setdako Subulussalam update per tanggal 8 Juni 2017. PT Global Sawit Semesta (GSS) Rp1.550 per kg, PT Samudera Sawit Nabati (SSN) Rp1.500 per kg dan PT Bangun Sempurna Lestari (BSL) Rp1.510 per kg.

Editor : Zainal Bakri
Kategori : Ekonomi, Subulussalam
www www