Home >  Berita >  Umum

Wagub Aceh: Waspadai 644 Zat Psikoaktif Baru

Wagub Aceh: Waspadai 644 Zat Psikoaktif Baru
Jum'at, 14 Juli 2017 08:03 WIB
BANDA ACEH - Semua elemen masyarakat Aceh harus bersatu padu memerangi narkoba, guna menekan peredaran barang terlarang tersebut di Bumi Serambi Makkah.

Penegasan tersebut disampaikan oleh, Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, kepada awak media usai bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis (13/7/2017).

“Semua elemen harus bersatu padu membantu karena karena BNN tetu tidak dapat bekerja sendiri. Sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam dalam seluruh lini, maka narkotika harus menjadi musuh bersama di Aceh,” tegas Nova.

“Tidak semata-mata penegakan hukum, Pemerintah Aceh bersama aparatur terkait juga akan  melakukan sosialisasi secara massif di semua tingkatan. Narkoba menimbulkan kerusakan yang luar biasa. Oleh karena itu, saya imbau kepada keluarga untuk turut berperan melakukan pengawasan karena keluarga sangat berperan dalam upaya menekan peredaran narkoba,” sambung Nova.

Sementara itu, dalam amanat tertulis Wiranto, selaku Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, meminta agar menjadikan peringatan HANI sebagai momentum untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap peredaran narkotika, mengingat kejahatan narkotika merupakan kejahatan luar biasa, terorganisir dan bersifat lintas negara yang telah berkembang dengan modus operandi yang semakin maju.

“Kita telah mendeteksi perkembangan trend yang sangat mengkhawatirkan, dimana kejahatan narkotika global dewasa ini tidak hanya bermotif bisnis illegal demi semata keuntungan ekonomi, tetapi telah berkembang dengan motif membiayai kejahatan terorisme,” kata Nova.

Wiranto menambahkan, Kejahatan narkotika juga erat kaitannya dengan kejahatan perdagangan orang (human trafficking), di mana setiap tahun ribuan orang dari seluruh dunia, dijebak dengan narkotika dan terjerumus dalam belenggu kejahatan perdagangan orang.

Jika menilik sejarah, sambung Wagub, narkotika dapat pula digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan sebuah bangsa. Sebagaimana yang terjadi dalam perang candu di Cina antara tahun 1834-1842, yang membawa dampak jatuhnya Cina ke tangan Inggris.

Oleh karena itu, kata Wagub, kejahatan narkotika yang sangat berbahaya dan dapat melemahkan sendi-sendi kehidupan berbangsa harus diberantas dan ditangani, dengan pendekatan seimbang antara pengurangan pasokan dengan membongkar jaringan produsen, bandar dan pengedar, serta pengurangan permintaan dengan menambah fasilitas rehabilitasi pecandu narkotika dan edukasi terus menerus kepada masyarakat.

Sejak awal Pemerintahannya, Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, telah menyatakan ‘Indonesia Darurat Narkoba’ dan menyerukan ‘Perang Terhadap Narkoba’.

“Bahkan, pada puncak peringatan HANI tahun 2016 lalu, Bapak Presiden mengingatkan penegakan hukum harus tegas dan tidak ada kompromi terhadap Bandar Narkoba. Tantangan saat ini semakin berat karena narkotika, telah merasuk ke seluruh lini kehidupan dan lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak sampai dewasa, dari kota sampai pelosok desa, si kaya maupun miskin,” ungkap Wagub.

Waspadai 644 Zat Psikoaktif Baru

Dalam amanatnya, Menkopolhukam mengungkapkan, perlawanan terhadap narkotika menjadi semakin berat dengan maraknya peredaran zat psikoaktif baru yang berbahaya, yang harus menjadi perhatian sangat serius dari seluruh elemen masyarakat.

“Menurut UNODC, telah ditemukan 644 zat baru bersifat psikoaktif. Di Indonesia, zat psikoaktif baru yang teridentifikasi berjumlah 65 zat. Namun di dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika baru diatur sebanyak 43 jenis. ini merupakan ancaman serius terhadap kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.”

Untuk mengatasi dampak negatif terhadap massifnya gempuran zat-zat psikoaktif baru, Wiranto menghimbau agar masyarakat turut berperan melalui pemberdayaan keluarga-keluarga Indonesia, sebagai benteng pencegahan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Beri Penghargaan dan Musnahkan Narkoba

Peringatan HANI Tahun 2017, mengusung tema ‘Peran Aktif dan Pendayagunaan Seluruh Komponen dan Potensi Bangsa dalam Menghadapi Keadaan Darurat Narkoba Menuju Indonesia yang Sehat’, juga diisi dengan pemusnahan narkoba jenis ganja seberat 112 kg dan sabu-sabu seberat 2,1 kg.

Dalam upacara juga dilakukan penyerahan sertifikat penghargaan kepada lima orang personel Kodim 0113 Gayo Lues yang telah mendukung BNNK Gayo Lues dalam rangka pemberantasan narkoba.


Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Umum, Aceh, Banda Aceh
www www