Dampak Pukat Harimau, Ikan di Perairan Tamiang Mulai Langka

Dampak Pukat Harimau, Ikan di Perairan Tamiang Mulai Langka
Kabid Pembinaan Nelayan dan Produksi Perikanan, Sukri dan Kasi Pemberdayaan Nelayan, Amri.
Kamis, 13 Juli 2017 11:01 WIB
Penulis: Suparmin

KUALASIMPANG - Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengaku jumlah nelayan pengguna pukat harimau sebagai alat tangkap ikan yang meresahkan nelayan kecil sudah mulai menurun.

Berkurangnya angka boat pengguna pukat harimau dimaksud bukan disebabkan oleh adanya tindakan tegas maupun sanksi dari petugas, namun karena diakibatkan sulitnya mendapatkan ikan serta komplain dari warga nelayan tradisional.

Kepala Dinas Pangan Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kabupaten Aceh Tamiang, Fuadi melalui Kabid pembinaan Nelayan dan Produksi Perikanan, Sukri kepada GoAceh menyebutkan, pihaknya telah menerima laporan data dari panglima laut Kecamatan Seruway terkait nelayan pengguna alat tangkap ikan pukat harimau.

"Ada didata oleh Panglima Laot Kecamatan Seruway, sekarang sudah banyak yang berkurang nelayan menggunakan alat tangkap berupa pukat harimau," ujar Sukri, Kamis (13/7/2017).

Sejak lama, warga nelayan di Kecamatan Seruway juga sudah banyak yang protes atas maraknya penangkap ikan ala sapu jagad pukat harimau. Akibatnya pendapatan penghasilan melaut para nelayan kecil semakin merosot. Sehingga roda perekonomian keluarga mereka semakin menurun.

"Berkurangnya pengguna pukat harimau dimaksud disebabkan karena sudah tidak ada ikan dan yang kedua banyak masyarakat nelayan yang komplain, ini baru saja dikatakan panglima laut Kecamatan Seruway," tandas Sukri.

Bahkan, ujar Sukri yang didampingi Kasi pemberdayaan nelayan, Amri juga mengungkapkan, para awak kapal penangkap hasil laut menggunakan pukat harimau, kini banyak yang beralih profesi.
 
Baca: Kapal Pukat Harimau Beroperasi, Nelayan di Tamiang Resah

"Sekarang sudah banyak dari kalangan awak boat pukat yang pindah profesi sebagai nelayang Pemasang bubu ikan, kepiting dan udang," beber Sukri.

Imbuh Sukri lagi, sebagai penangkal rusaknya lingkungan dan habitat serta hasil laut, Pemerintah Aceh Tamiang menyiapkan program sosialisasi yang bakal diluncurkan pada tahun 2017 ini.

Dinas Pangan Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kabupaten Aceh Tamiang segera sosialisasi tentang kawasan perlindungan laut dan budaya kelautan serta sosialisasi penggunaan alat tangkap ikan ramah lingkungan melalui keputusan Bupati.

"Namun keputusan Bupatinya masih dalam tahap proses penggodogan," ujar Sukri.

 
 
 
Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Aceh Tamiang, Ekonomi
wwwwww