4 Kapal Nelayan Terbakar di Lampulo, Polisi Masih Menyelidiki

4 Kapal Nelayan Terbakar di Lampulo, Polisi Masih Menyelidiki
Kebakaran empat unit kapal nelayan di Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis (13/7/2017). [Ist]
Kamis, 13 Juli 2017 16:19 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
BANDA ACEH - Sebanyak empat unit kapal milik nelayan yang belum diketahui pemiliknya terbakar di Jalan Budiman, Dusun Biduk, Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis (13/7/2017) sekitar pukul 04.55 WIB pagi tadi.
 
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh, Ridwan melalui Operator Pusdatin, Yudi mengatakan, ‎empat kapal yang terbakar tersebut sedang dalam perbaikan.

"Menurut informasi dari masyarakat, 2 unit kapal bantuan dari pemerintah dan 2 unit lainnya adalah milik masyarakat. Namun hingga pemadaman selesai dilakukan, kita belum bertemu dengan pemilik kapal, tetapi sudah mengetahui siapa pemiliknya," ujarnya kepada GoAceh.

‎Informasi kebakaran kapal nelayan ini diperoleh dari masyarakat yang melapor kepada‎ pihaknya melalui telepon seluler. "Selanjutnya dikerahkan dua unit armada damkar dari Pos Wilayah Pelangi beserta satu unit ambulans milik P2KK Aceh ke lokasi," kata Yudi.

‎Api berhasil padam sekitar dua jam kemudian. Pemadaman turut dibantuk personel Polresta Banda Aceh, Polsek beserta Koramil Kuta Alam‎ serta relawan RAPI. "Penyebab kebakaran belum diketahui dan masih ditangani pihak kepolisian," tambah Yudi.

Polisi Masih Menyelidiki 
Sementara kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran empat unit kapal milik nelayan yang diikat di dermaga tepi Krueng Aceh. Hal ini dikatakan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin melalui Kapolsek Kuta Alam, AKP Syukrif Panigoro saat dikonfirmasi terpisah. ‎

"Menurut informasi dari masyarakat, empat kapal itu akan ditarik untuk berlayar ke lautan setelah direhab. Salah satu kapal bernama Payung Nanggroe, namun warga tidak mengetahui pemilik kapal," ujarnya kepada GoAceh.

‎Ia menjelaskan, dua unit kapal nelayan yang terbakar milik In (nama panggilan) dan Raja Muda yang memiliki kapal bernama AM dengan logo kapal Baret Merah Bulan Bintang. Dari empat kapal yang terbakar, dua uni kapal merupakan bantuan pemerintah. 

"Api berhasil padam setelah dikerahkan satu unit armada damkar dari Pos Pelangi Kuta Alam dengan dibantu satu unit mobil penyuplai air. "Personel Polresta Banda Aceh, Polsek dan Koramil Kuta Alam serta relawan RAPI di lokasi ikut membantu pemadaman dan mengatur arus lalu lintas," kata Kapolsek.

‎AKP Syukrif menambahkan, api berhasil padam sekitar dua jam kemudian. Untuk penyebab kebakaran itu sendiri, hingga saat ini masih diselidiki.‎ "Penyebab kebakaran masih kita selidiki‎ hingga sekarang," tambah Kapolsek.

Berikut data pemilik kapal yang terbakar:
 
1. Tgk Sabri (42), nelayan asal Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh (pemilik boat Alam Bahri)
2. ‎Tgk Yasir (46), nelayan Cot Keung, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar (pemilik boat Karya Bahri)
‎3. M Nur (53), nelayan asal Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh (pemilik boat Raja Muda)
4. Iryansyah (30), nelayan asal Lampulo, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh (pemilik boat bantuan 5GT)
Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Banda Aceh, Umum
wwwwww