Home >  Berita >  Umum

Terkait Temuan Matinya Tuntong Laut, Dinas PKP Aceh Tamiang Segera Sosialisasi Nelayan

Terkait Temuan Matinya Tuntong Laut, Dinas PKP Aceh Tamiang Segera Sosialisasi Nelayan
Kabid Pembinaan Nelayan dan Produksi Perikanan, Sukri. [Suparmin]
Rabu, 12 Juli 2017 20:46 WIB
Penulis: Suparmin
KUALASIMPANG - Dinas Pangan Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kabupaten Aceh Tamiang akan segera melakukan sosialisasi menyangkut perikanan dan kelautan kepada masyarakat nelayan di pesisir kabupaten itu.
Sosialisasi dimaksud juga berkenaan dengan masalah perlindungan terhadap satwa liar langka yang dilindungi, tuntong laut (Batagur borneoensis) yang sejak beberapa tahun silam pelestariannya sedang digalakkan oleh Yayasan Satucita Lestari Indonesia.

Baca juga: Masuk Bubu Nelayan, Dua Tuntong Laut Ditemukan Mati di Aceh Tamiang

"Segera akan dilakukan sosialisasi kawasan perlindungan laut dan budaya kelautan serta sosialisasi penggunaan alat tangkap ramah lingkungan yang keputusan Bupatinya masih dalam tahap penggodogan," ujar Kabid pembinaan Nelayan dan Produksi Perikanan pada Dinas Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang, Sukri, di dampingi Kasi pemberdayaan nelayan, Amri saat dikonfirmasi GoAceh, Rabu (127/7/2017).

Ads
Menurut Sukri, matinya dua ekor indukan tuntong laut yang masuk ke dalam bubu milik nelayan bukan semata kesalahan fatal dari nelayan tersebut.

"Dari segi alat tangkapnya tidak ada masalah, bubu itu sebagai salah satu alat tangkap yang ramah lingkungan," sambung Sukri.

Sementara itu, pendiri dan peneliti di Yayasan SLI, Joko Guntoro menjelaskan, kejadian matinya indukan Tuntong Laut akibat tertangkap bubu udang ini menambah daftar ancaman bagi kelestarian tuntong laut. Joko juga memahami bahwa ini tidak disengaja oleh nelayan.

"Oleh karena itu, penting bagi kita semua baik itu warga, yayasan satucita dan pemerintah untuk mencari alternatif alat tangkap udang yang bisa menangkap udang dengan baik dan tidak membuat tuntong laut masuk (tertangkap)," ujar Joko.

Sambung Joko, matinya indukan tuntong laut tidak hanya meningkatkan risiko punahnya tuntong laut di pesisir Aceh Tamiang, juga akan menggangu kesehatan (keseimbangan) ekosistem sungai dan muara. Telur tuntong laut yang telah puluhan, bahkan ratusan tahun dimanfaatkan, oleh masyarakat pesisir sebagai sumber protein juga berpotensi hilang dalam jangka panjang.

Baca juga: BKSDA Lepasliarkan Satwa Langka Tuntong Laut di Aceh Tamiang

"Tahun ini terjadi penurunan jumlah indukan yang bertelur di pantai, sebagian kita duga akibat beberapa indukan mati akibat terkena bubu udang tersebut," pungkas Joko Guntoro.

Editor : zuamar
Kategori : Umum, Aceh Tamiang
www www