Kapal Pukat Harimau Beroperasi, Nelayan di Tamiang Resah

Kapal Pukat Harimau Beroperasi, Nelayan di Tamiang Resah
Herman (42) nelayan yang perekonomiannya kian terjepit akibat maraknya pukat harimau beroperasi. [Suparmin].
Rabu, 12 Juli 2017 10:01 WIB
Penulis: Suparmin

KUALASIMPANG - Maraknya juragan kapal ikan yang mengoperasikan pukat harimau diperairan wilayah Kabupaten Aceh Tamiang sangat berdampak meresahkan bagi nelayan tradisional miskin di perairan Seruway.

Kebanyakan dari kapal berukuran besar itu dalam mengoperasikan pukat harimau bukan hanya di daerah laut berjarak beberapa mil dari bibir pantai, tetapi hingga mendekati tepi laut.

"Kapal-kapal itu dalam menangkap ikan dengan menggunakan pukat harimau marak hingga ke tepi pantai, ini kan sangat meresahkan kami yang hanya sebagai nelayan kecil miskin ini," ujar Herman (42) kepada GoAceh, Selasa (11/7/201) petang di gampong nelayan Kuala Pusong Kapal, Kecamatan Seruway.

Dampak dari ulah nelayan bermodal besar yang mencari ikan menggunakan pukat harimau tersebut tentu berimbas kepada merosotnya penghasilan bagi nelayan tradisional miskin berpenghasilan pas pasan ini.

"Kalau sudah mereka datang mengembangkan pukat harimaunya, sudahlah, semua jenis ikan dari berbagai ukuran, jelas terangkat olehnya," beber Herman.

Walhasil, tidak ada tindakan berarti bagi nelayan kecil seperti Herman dalam menyikapi awak kapal pukat harimau ini, terkecuali hanya pasrah dan harus menghindar ke arah alur alur sungai di hutan bakau.

Informasi dihimpun, sebagian besar pemilik kapal berfasilitas pukat harimau yang mengoperasikan alatnya hingga ke bagian tepi pesisir Aceh Tamiang, adalah warga Kecamatan Seruway.

"Sebagian besarnya pemilik kapal pukat harinau itu warga penduduk Kecamatan Seruway. Akibat mereka pendapatan hasil melaut kami jadi  menurun secara drastis," ungkap Herman.

Herman berharap agar pemerintah memiliki kemampuan untuk menjalankan tugasnya menertibkan kapal nelayan berkafasitas besar yang menggunakan pukat harimau. Sehingga para nelayan kecil miskin bisa mendapatkan rejekinya untuk menghidupi keluarga mereka.

Meskipun sulit mendapatkan ikan akibat buruan pukat harimau namun aktivitas melaut Herman bersama rekan senasib sudah aktif kembali beberapa hari pasca lebaran.

"Kalau nggak melaut mencari ikan, mau makan apa kita," ujar Herman mengakhiri komentarnya.
Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Ekonomi, Aceh Tamiang
wwwwww