Irwandi- Nova Diminta Mampu Hidupkan Perekonomian Masyarakat

Irwandi- Nova Diminta Mampu Hidupkan Perekonomian Masyarakat
Ketua Kadin Aceh Selatan, Khaidir Amin.
Jum'at, 07 Juli 2017 22:04 WIB
Penulis: Hendrik
TAPAKTUAN - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh Selatan, menyambut gembira atas kehadiran 'nahkoda' baru di jajaran Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Irwandi Yusuf - Nova Iriansyah.
 
Kadin Aceh Selatan menaruh harapan besar kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf - Nova Iriansyah yang dilantik Rabu (5/7/2017) tersebut. 
 
Di bawah 'racikan' mantan propaganda GAM yang sudah dua periode dengan ini menjabat Gubernur Aceh, Kadin mengharapkan kepada Pemerintah Aceh agar memfokuskan perhatiannya kepada kabupaten/kota di pantai barat selatan Aceh yang kondisi pembangunan infrastruktur dan perekonomian masyarakatnya masih jauh tertinggal dengan wilayah timur, utara, tengah dan tenggara.

"Kami mengharapkan di bawah kepemimpinan Irwandi - Nova, tidak ada lagi kebijakan yang dijalankan tidak pro-rakyat serta ada kesan anak tiri dan anak kandung. Sudah saatnya kita bulatkan tekad untuk memacu pembangunan dari segala sektor demi mengejar ketertinggalan Provinsi Aceh dibandingkan daerah lain," kata Ketua Kadin Aceh Selatan, Khaidir Amin kepada wartawan di Tapaktuan, Jumat (7/7/2017).
 
Sesuai grand desain RPJM yang telah disusun Pemerintah Aceh, lanjut Khaidir, wilayah pantai barat selatan difokuskan pada pembangunan sektor kelautan, perkebunan, pertanian dan pertambangan.
 
Pihaknya mengharapkan kepada Gubernur Irwandi agar grand desain RPJM yang telah disusun tersebut terus dipertajam dan lebih terfokus. Sehingga sasaran yang akan dihasilkan ke depannya akan lebih maksimal sesuai harapan masyarakat. 

Hal itu, kata dia, sangat didukung dengan ketersediaan sumber daya alam yang melimpah di wilayah pantai barat selatan Aceh. Hanya saja, meskipun beberapa kabupaten/kota tersebut tersedia potensi kandungan alam yang melimpah, namun sayangnya belum mampu dikelola secara tepat.

Gubernur Irwandi juga didesak agar mengembangkan secara maksimal potensi sumber daya kelautan dan perikanan di pantai barat selatan Aceh. Salah satu kebijakan konkret yang harus direalisasikan adalah, segera membangun pelabuhan pendaratan ikan dalam skala besar, dengan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang cukup seperti pabrik es, cold storage serta bantuan kapal kepada para nelayan.

"Dengan topografi wilayah pantai barat selatan persis berada di bibir pantai Samudera Hindia secara otomatis masyarakat setempat mayoritasnya bekerja sebagai nelayan. Para nelayan tersebut mampu memproduksi ikan tangkap mencapai ratusan ton setiap harinya. Untuk meningkatkan perekonomian mereka, kami mengusulkan kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf harus mampu memfasilitasi para nelayan setempat mengekspor ikan segar tersebut ke luar negeri dengan harga yang relatif mahal," pintanya.

Di samping itu, Khaidir Amin juga mengingatkan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh agar tetap mempertahankan kebijakan yang berkeadilan dalam memimpin Aceh lima tahun ke depan. 

Irwandi, kata dia, jangan sekali-kali mementingkan kelompok atau golongan tertentu dalam mengangkat para pejabat Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) sebagai pembantunya ke depan. Kebijakan Gubernur Aceh sebelumnya, Zaini Abdullah yang dinilai hanya memprioritaskan para pejabat dari daerah tertentu saja, diminta harus berani mengubahnya, sehingga tercipta azas keadilan dan kebersamaan dalam membangun Aceh.

"Kami sangat optimis, menyangkut persoalan tersebut akan menjadi perhatian serius Irwandi Yusuf. Hal itu dapat dilihat di saat dia menjabat periode pertama dulu. Para pejabat pembantunya mampu direkrut hampir merata dari seluruh Aceh. Sehingga kebijakan tersebut patut kita beri apresiasi kepada Irwandi, namun kami tetap berharap keputusan tersebut terus dilanjutkan selama lima tahun ke depan," pintanya. 
Ads
Editor : zuamar
Kategori : Aceh Selatan, Aceh, Pemerintahan, Ekonomi
www www